oleh Sandy2 | Jun 8, 2026 | Berita
pdmcilacap, Cilacap – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GK HW) STIE Muhammadiyah Cilacap menggelar Musyawarah Kafilah Penuntun Sarbini Qobilah STIEMC di Aula Kampus STIEM Cilacap, Ahad (7/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Regenerasi Kepanduan untuk Kepemimpinan yang Berkualitas” tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru.
Ketua Umum GK HW STIEMC terpilih, Wildan Ma’ruf Budiyono, mengatakan kepengurusan mendatang akan berupaya mengubah paradigma bahwa Hizbul Wathan bukan sekadar organisasi yang identik dengan latihan baris-berbaris atau kegiatan berkemah.
“Kami akan mengarahkan kader-kader HW untuk menjadi pelopor kedisiplinan, pembentukan karakter mahasiswa yang berakhlak mulia, serta aktif mengawal isu-isu lingkungan di kampus,” ujarnya.
Menurut Wildan, HW diharapkan menjadi wadah yang mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki kemampuan memecahkan berbagai persoalan di tengah dinamika kehidupan kampus. Kader HW dituntut mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebab, serta merumuskan dan mengeksekusi solusi yang efektif dan realistis.
Ia menambahkan, program kepanduan ke depan tidak hanya berfokus pada lingkungan kampus, tetapi juga menyasar masyarakat luas. Mengingat Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar sekaligus berbagai tantangan lingkungan, HW akan mengembangkan program yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ke depan, kami akan menggalakkan program kepanduan yang turun langsung ke akar rumput,” katanya.
Sejumlah program yang direncanakan antara lain kegiatan tanggap bencana, edukasi kepanduan di sekolah-sekolah, khususnya qobilah tingkat sekolah dasar dan menengah, serta gerakan peduli lingkungan.
“Kami juga akan mendorong aksi konservasi dan penghijauan di wilayah pesisir Cilacap. Pandu HW harus hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan sidang Musyawarah Kafilah, Elsa Trianjani, menjelaskan bahwa terdapat 14 bakal calon Ketua Umum yang kemudian diseleksi menjadi sembilan calon. Selanjutnya, pemilihan dilakukan melalui mekanisme formatur untuk menentukan Ketua Umum beserta susunan pengurus lainnya, seperti sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang organisasi.
“Agenda musyawarah meliputi penetapan tata tertib sidang, penyampaian laporan pertanggungjawaban, dan pemilihan Ketua Umum,” jelas Elsa.
Wakil Ketua II STIEM Cilacap, Eri Kristanto, mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Kafilah GK HW STIEM Cilacap. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program kerja yang tidak hanya bersifat rutinitas dan formalitas.
“HW harus mampu mengintegrasikan program-programnya dengan berbagai isu lingkungan,” ujarnya.
Menurut Eri, isu-isu seperti deforestasi, pengelolaan sampah di kawasan pesisir, kerawanan bencana, hingga pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) perlu menjadi perhatian organisasi.
“Kami berharap HW dapat menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya di lingkungan kampus maupun di wilayah Kabupaten Cilacap,” pungkasnya. (wasis/san)
oleh Sandy2 | Jun 7, 2026 | Berita
pdmcilacap, Cilacap – RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan sosial dalam peringatan Milad ke-3 bersama Muhammadiyah dan 13 tahun pengabdian rumah sakit tersebut, di halaman Poli Gedung Barat RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, Sabtu (6/6/2026).
Mengusung tema “13 Tahun Mengabdi, 3 Tahun Bersama Muhammadiyah: Terus Berkembang untuk Layanan Berkemajuan”, kegiatan diisi dengan santunan kepada 20 anak yatim, pembagian 100 paket sembako bagi kaum duafa, serta khitan massal bagi enam anak.
Selain itu, rumah sakit juga akan menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak pada 4 Juli 2026 mendatang.
Direktur RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, Eko Budi Santoso mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemenuhan sarana prasarana medis.
Menurutnya, sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 180 tempat tidur, RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya terus berupaya agar berbagai kasus medis dapat ditangani secara optimal tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.
“Semua masalah medis sebisa mungkin dapat kita tangani dan diselesaikan di rumah sakit ini, sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke luar,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan layanan dilakukan secara berkelanjutan agar pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan berkualitas.
Selain itu, rumah sakit juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sektor swasta guna mendukung pelaksanaan berbagai program kesehatan masyarakat.
“Berbagai pihak mendukung kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, M. Yahya Fuad, berharap rumah sakit semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya semakin berkembang untuk layanan berkemajuan dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menilai perjalanan 13 tahun pengabdian dan tiga tahun bersama Muhammadiyah merupakan nikmat yang patut disyukuri. Karena itu, seluruh direksi dan karyawan diharapkan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan dakwah Muhammadiyah.
“Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Bekerja hendaknya diniatkan sebagai ibadah dan mencari rida Allah SWT,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan setiap warga Muhammadiyah memiliki peran sebagai juru dakwah sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.

“Bapak-Ibu, semua adalah juru dakwah sesuai profesi dan kemampuan masing-masing,” katanya.
Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah di mimbar atau masjid, tetapi juga melalui dakwah amaliah yang diwujudkan dalam pelayanan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk rumah sakit.
Karena itu, seluruh unsur di RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, mulai dari direktur hingga karyawan, diharapkan memiliki visi yang sama dalam menjalankan misi dakwah Muhammadiyah melalui pelayanan kesehatan.
“Mulai dari direktur sampai karyawan, semua punya visi dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain memberikan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan juga dapat menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada pasien, salah satunya melalui firman Allah SWT dalam QS Asy-Syu’ara ayat 80:
“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.” (wasis/san)
oleh sumardi | Jun 4, 2026 | Berita
pdmcilacap.com – Keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menertibkan administrasi di seluruh lingkungan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Pedoman ini berfungsi sebagai standar tunggal dalam penomoran surat agar tercipta tata kelola dokumen yang sistematis, seragam, dan profesional di seluruh tingkatan pimpinan, mulai dari pusat hingga ranting.
Struktur Organisasi dan Unsur Pembantu Pimpinan Secara vertikal, hierarki pimpinan terdiri dari :
- Pimpinan Pusat (I), Wilayah (II), Daerah (III), Cabang (IV), dan Ranting (V).
- Secara horizontal, terdapat Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri dari 13 Majelis dan 14 Lembaga. Majelis bertugas menyelenggarakan amal usaha dan program pokok (seperti Majelis Tarjih, Tabligh, dan Pendidikan).
- Lembaga menjalankan tugas pendukung yang bersifat khusus (seperti Lembaga Resiliensi Bencana dan LAZISMU).
Komponen Kode Indeks Surat Sistem penomoran surat dalam pedoman ini menggunakan kombinasi angka, huruf, dan tanda garis miring (/) dengan urutan sebagai berikut:
- Nomor Urut Surat: Dimulai dari angka 1 pada setiap awal tahun takwim (1 Januari).
- Kode Khusus (Opsional): Digunakan untuk naskah dinas tertentu seperti Maklumat (MLM), Keputusan (KEP), atau Instruksi (INS).
- Kode Eselon Pimpinan: Menunjukkan tingkat kepemimpinan (I hingga V).
- Kode Unsur Pembantu Pimpinan: Angka (1–27) yang merujuk pada daftar Majelis atau Lembaga terkait.
- Kode Amal Usaha (AU): Ditambahkan jika surat berasal dari atau berkaitan dengan AUM.
- Kode Pokok Masalah: Menggunakan huruf (A–O) untuk mengklasifikasikan isi surat, misalnya ‘B’ untuk Organisasi, ‘E’ untuk Keagamaan, dan ‘H’ untuk Kesehatan.
- Tahun Takwim: Tahun dikeluarkannya surat.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pimpinan di semua tingkat serta pimpinan Amal Usaha untuk wajib menggunakan kode indeks ini dalam setiap korespondensi resmi sebagai standarisasi dan mendukung gerak organisasi yang modern.
Penggunaan stempel Muhammadiyah :
Stempel berfungsi sebagai alat legitimasi formal yang mewakili kewenangan organisasi penggunaannya maupun bentuknya diatur secara resmi dalam pedoman tata persuratan dan administrasi organisasi. (mpi pdm cilacap)
Dapat download disini :
- Standar Identitas Visual Muhammadiyah
- Kode Indek Surat Muhammadiyah
- Ketentuan Membuat Stempel Muhammadiyah
oleh Sandy2 | Jun 3, 2026 | Berita
pdmcilacap, Cilacap – Sejumlah 41 siswa mengikuti Wisuda Tahfidz Al Qur’an SMP Muhammadiyah 2 Cilacap (Mudacil) yang diadakan di Masjid Al Hikmah Jl. Damar Cilacap pada Selasa (2/6/2026).
Dengan tema “Generasi Qur’an Pemimpin Masa Depan” diikuti sejumlah 41 siswa terdiri dari 34 siswa peminatan Tahfidz, 7 siswa peminatan Multimedia, Internasional Class Program dan Science.
Peserta Wisuda Tahfidz Al Qur’an, Syahidah Grozny kelas 9 Tahfidz mengungkapkan pada saat wisuda Tahfidz Al Qur’an membaca juz 28 dan sudah hafal juz 30, 29, 28 dan 27.
“Alhamdulillah, sudah hafal empat juz, setelah lulus dari SMP Mudacil,” ungkapnya.
Cara hafalannya setiap hari satu surat, biasanya memilih waktu pagi setelah solat subuh.
“Hafalan habis subuh sekitar lima sampai sepuluh ayat, dilanjutkan murojaah. Insya Allah hafal,” ujarnya.
Panitia wisuda, Novemi Triastuti menyampaikan wisuda Tahfidz Al Qur’an sejumlah 41 siswa terdiri dari 34 siswa peminatan Tahfidz dan yang 7 siswa dari peminatan Multimedia, Internasional Class Program dan Science.
Wisuda Tahfidz Al Qur’an untuk 7 anak kelas peminatan selain Tahfidz, karena hafalannya sudah dikategorikan bisa mengikuti wisuda Tahfidz Al Qur’an.
“Siswa sudah bisa menghafal juz 29 dan 30, ada dua siswa yang sudah hafal lebih tiga juz,” katanya.
Siswa selain mendapatkan pendidikan akademis juga pendidikan pembelajaran agama.
“Siswa mendapatkan pembelajaran hafalan Al Qur’an untuk bekal kelak di akhirat. SMP Mudacil mencetak siswa Qur’an dan Qur’ani,” harapnya.
Kegiatan wisuda Tahfidz Al Qur’an sebagai bukti kepada wali murid anak-anak bahwa mampu mengaji.
“Membuktikan kepada orang tua murid, SMP Mudacil benar-benar peminatan Tahfidz ketika lulus siswa mampu untuk hafalan Al Qur’an,” tandasnya.

Kepala SMP Mudacil, Wartono menjelaskan wisuda Tahfidz Al Qur’an untuk peminatan kelas Tahfidz dan peminatan lain, para siswa hafal Al Qur’an relatif mulai dari satu sampai empat juz. “Target kami minimal tiga juz anak hafal setelah lulus,” ucapnya.
SMP Mudacil ingin mencetak generasi Qur’ani, sehingga anak-anak yang diinginkan oleh orang tua, bisa terlihat pada saat wisuda. “Orang tua bangga, setelah lulus Mudacil sudah bisa hafal Al Qur’an,” katanya.
Harapan dari pihak sekolah, tidak hanya pada saat di Mudacil saja menghafal Al Qur’an. Nanti dilanjutkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi SLTA nya. “Mohon arahan orang tua agar siswa untuk tetap serta harus ada pendampingan. Supaya anak-anak agar tetap murojaah Al Qur’an,”pungkasnya. (wasis/san)
oleh Sandy2 | Jun 1, 2026 | Berita
pdmcilacap, Cilacap – KBIHU Al Mabrur PDM Cilacap menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Cilacap dalam pelaksanaan program penyembelihan hewan DAM/Hadyu bagi jamaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 163 ekor domba disembelih pada Rabu–Kamis, (27–28/5/2026), sebagai pelaksanaan DAM/Hadyu jamaah haji KBIHU Al Mabrur Cilacap.
“Daging hasil penyembelihan kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama fakir miskin,” jelas Ketua KBIHU Al Mabrur Cilacap, Bambang Misgianto.
Pelaksanaan penyembelihan dilakukan di empat distrik, yaitu Majenang, Sidareja, Kroya, dan Distrik Kota Cilacap.
Untuk wilayah Kota Cilacap, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Misfalah dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Jalan Laban, Kebonmanis, Cilacap.
Sekretaris MPM PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain, menilai pelaksanaan DAM/Hadyu perdana di tanah air tahun ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari sistem manajemen, transparansi pelaporan, konsolidasi tim, hingga koordinasi antar unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program.
“Program ini merupakan amanah besar yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Masih banyak masukan yang perlu kita kerjakan ke depan, terutama dalam aspek transparansi, konsolidasi tim, penguatan sistem pendataan, dokumentasi, distribusi, serta koordinasi lintas unsur agar pelaksanaannya semakin tertata dan profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan sehingga pelaksanaan DAM/Hadyu di masa mendatang dapat lebih terencana, terukur, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan seluruh proses dapat didukung dengan standar operasional yang lebih jelas, pembagian tugas yang lebih terstruktur, serta sistem pelaporan yang semakin akuntabel. Dengan demikian, amanah jamaah haji dapat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” tambahnya.
Budhi juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara KBIHU Al Mabrur, Lazismu, MPM, PCM, PRM, para relawan, peternak, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program tersebut.
“Semangat kolaborasi yang telah terbangun tahun ini merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan DAM/Hadyu pada masa yang akan datang,” tandasnya.
Meski pelaksanaan tahun ini berjalan dengan baik, seluruh pihak mengakui masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dievaluasi.
Oleh karena itu, KBIHU Al Mabrur, Lazismu, dan MPM PDM Cilacap berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan sehingga pelaksanaan DAM/Hadyu pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih terstruktur, tertata, profesional, dan memiliki tata kelola yang semakin baik.
“Demi memberikan pelayanan optimal kepada jamaah serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,”pungkasnya. (BBZ/Wasis).
oleh Sandy2 | Mei 30, 2026 | Berita
pdmcilacap, Cilacap– Masjid Muhammadiyah Nurul Barokah, Jalan Kancil, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, menggelar kajian ba’da subuh dan program Makan Bareng Gratis (MBG), Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Program yang digagas Majelis Taklim dan mendapat dukungan penuh dari Takmir Masjid Nurul Barokah itu diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat serta mendorong semangat jamaah dalam memakmurkan masjid.
Ketua Takmir Masjid Nurul Barokah, Ustadz Suradin, menyambut baik pelaksanaan program yang diinisiasi oleh Majelis Taklim, Dakwah, dan Shodakoh tersebut.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.

“Seluruh kegiatan dikemas dalam satu rangkaian yang bermuara pada upaya memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kajian ba’da subuh direncanakan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan atau menyesuaikan kondisi dan kebutuhan jamaah.
Selain kajian dan MBG, ke depan pengurus masjid juga berencana menambah sejumlah program pendukung, seperti pembagian sayur gratis dan layanan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, kajian disampaikan oleh Ustadz Sariman, dengan tema Pentingnya Akhlak dalam Kehidupan Muslim.
Ia menegaskan bahwa akhlak merupakan penyempurna ibadah dan keimanan, indikator kesempurnaan seorang mukmin, serta menjadi amalan yang memiliki bobot besar di hadapan Allah SWT.
“Akhlak menjadi penentu kualitas keimanan seseorang. Akhlak juga menjadi cerminan ibadah yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, akhlak yang baik merupakan fondasi terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis. Seseorang yang memiliki akhlak mulia akan mampu menghargai orang lain, menjaga lisan, serta menghindari perbuatan yang dapat menyakiti sesama.
“Dengan akhlak yang baik, seseorang akan mengetahui cara menghormati orang lain, menjaga ucapan, dan menghindari tindakan yang dapat melukai hati sesama manusia,” pungkasnya. (wasis/san)