Masya Allah, Dua Siswa SMP Mutu Cilacap Sabet Juara di Ajang Nasional ITB

Masya Allah, Dua Siswa SMP Mutu Cilacap Sabet Juara di Ajang Nasional ITB

pdmcilacap.com, Cilacap – SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap meraih juara III Olimpiade Salman Youth Student Competition mata pelajaran IPA yang digelar di ITB Bandung, Sabtu (18/4/2026).

Prestasi tersebut diraih oleh dua siswa, yakni Qhayrizki Argaziano (kelas IX Bilingual) dan Abdurrahman Azhad Al Hayat (kelas VIII Science 1).

Koordinator OSN IPA, Amalia Nurkhasanah, menyampaikan apresiasi atas capaian keduanya. Menurutnya, keberhasilan itu tidak hanya soal medali, tetapi juga bukti dedikasi, rasa ingin tahu, dan ketangguhan mental dalam menghadapi kompetisi sains tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama. Membawa pulang penghargaan dari institusi bergengsi seperti ITB merupakan capaian yang patut disyukuri,” ujarnya.

Ia berpesan agar para siswa tetap rendah hati dan terus mengembangkan kemampuan. Amalia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, guru pembina, serta orang tua atas dukungan yang diberikan.

Menurutnya, sinergi antara bakat siswa, bimbingan guru, dan doa orang tua menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.

Sementara itu, Qhayrizki Argaziano mengaku telah melakukan persiapan intensif sebelum lomba. Ia menilai soal yang dihadapi memiliki tingkat kesulitan yang beragam.

“Prestasi ini merupakan hasil dari proses belajar yang kami jalani selama ini,” katanya.

Hal senada disampaikan Abdurrahman Azhad Al Hayat. Ia mengaku bersyukur atas capaian tersebut dan menyebut keberhasilan tim tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Selama sepekan sebelum lomba, kami mendapat pelatihan dan bimbingan dari guru IPA. Semoga hasil ini bisa menjadi motivasi untuk meraih prestasi berikutnya,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Milana Erliyani, turut mengapresiasi pencapaian para siswa. Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi siswa lain untuk terus berprestasi.

“Terima kasih kepada siswa, pembimbing, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh hingga meraih kejuaraan ini,” katanya. (wasis/san)

Peresmian Masjid dan Markaz Assalam Kawunganten, Diharapkan Jadi Pusat Peradaban

Peresmian Masjid dan Markaz Assalam Kawunganten, Diharapkan Jadi Pusat Peradaban

pdmcilacap.com, Cilacap – Masjid dan Markaz Assalam Kawunganten diresmikan pada Ahad (19/4/2026). Peresmian dilakukan oleh Pimpinan Yayasan Bina Muwahhidin Surabaya bersama Camat Kawunganten, didampingi Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kawunganten.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks Masjid Assalam Kawunganten ini diawali dengan pawai ta’aruf serta pembagian door prize kepada masyarakat.

Pimpinan Yayasan Bina Muwahhidin, Ansharul Adhim, menyampaikan bahwa pembangunan Masjid dan Markaz Assalam menelan anggaran sekitar Rp550 juta dari pihak yayasan.

“Alhamdulillah, bangunan yang diresmikan ini meliputi masjid, tiga ruang kelas, tiga ruang asrama, rumah imam, serta toko,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan masjid dan markaz tersebut dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Semoga umat dapat bersatu dalam berbagai lini, sehingga cita-cita mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCM Kawunganten, Chadiro, mengungkapkan bahwa proses pembangunan Masjid dan Markaz Assalam berlangsung selama kurang lebih satu tahun, dengan total anggaran mencapai Rp1.067.810.260.

“Alhamdulillah, kami mendapat amanah untuk mengelola amal usaha Masjid dan Markaz Assalam dari Yayasan Bina Muwahhidin Surabaya,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijaga dengan sebaik-baiknya dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

“Monggo dimanfaatkan bersama. Ini adalah amanah dari para muwakif dan muhsinin yang akan kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Chadiro juga berharap ke depan Masjid dan Markaz Assalam dapat menjadi pusat peradaban umat serta meningkatkan pembinaan akhlak dan keagamaan masyarakat.

“Harapannya, masjid ini dapat berkembang menjadi Islamic Center di Kecamatan Kawunganten sekaligus menjadi ikon wilayah,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan, juga digelar tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustadz Ansharul Adhim. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa masjid merupakan tempat paling mulia di muka bumi di sisi Allah SWT.

“Masjid adalah tempat yang paling mulia. Orang-orang yang memakmurkannya adalah mereka yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya takut kepada Allah SWT,” tandasnya.

Ia juga mengajak umat Islam untuk memanfaatkan kesehatan dan kekuatan yang dimiliki untuk menjalankan ibadah secara maksimal.

“Kita masih diberi kesehatan dan kekuatan, maka tunaikan kewajiban ibadah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (wasis/san)

STIEM Cilacap Fair 2026 Hadirkan E-Sport, Bazar UMKM, dan Job Fair

STIEM Cilacap Fair 2026 Hadirkan E-Sport, Bazar UMKM, dan Job Fair

pdmcilacap.com, Cilacap – STIE Muhammadiyah Cilacap (STIEMC) menggelar STIEM Fair pada Sabtu–Ahad (18–19/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari turnamen e-sport, bazar UMKM, hingga job fair.

Ketua Panitia STIEM Fair, Muhammad Mu’zam Alfaz, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta maupun pengunjung.

“Alhamdulillah, panitia bekerja kompak dan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap STIEM Fair dapat meningkatkan pengenalan kampus kepada masyarakat luas serta memberikan dampak positif, termasuk menarik minat calon mahasiswa baru.

“Semoga kegiatan ini semakin dikenal masyarakat dan diminati, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 15 stan bazar UMKM, dua perusahaan peserta job fair, serta 23 tim yang mengikuti turnamen e-sport Mobile Legends.

Salah satu peserta bazar, perwakilan Gramedia, Adi Riyadi dan Gregorius Bagas, menyampaikan produk yang ditawarkan meliputi buku, alat tulis, suvenir, hingga makanan ringan.

“Kami menghadirkan berbagai jenis buku, mulai dari ekonomi, agama, bisnis, novel, hingga komik untuk semua kalangan,” ujarnya.

Mereka berharap keikutsertaan dalam bazar kampus ini dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan minat baca masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) STIEMC, Irwan Saputro Sugiharto, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat di wilayah Cilacap dan sekitarnya.

“Kami ingin memperkenalkan STIEMC sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Menurutnya, bazar UMKM menjadi wadah untuk mendorong promosi dan penguatan pelaku usaha lokal, sementara job fair bertujuan membuka peluang kerja melalui kerja sama dengan perusahaan.

“Job fair ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran dengan membuka akses informasi lowongan kerja,” ujarnya.

Selain itu, turnamen e-sport Mobile Legends digelar sebagai sarana menyalurkan minat dan bakat generasi muda.

“Kami ingin anak muda tidak hanya bermain, tetapi juga berprestasi dan memiliki peluang meningkatkan ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif, baik secara internal maupun eksternal, serta meningkatkan peran kampus dalam masyarakat.

“Harapannya, minat baca generasi muda juga kembali tumbuh sehingga mampu memperkaya wawasan dan pola pikir,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimcam Cilacap Utara, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Pimpinan Daerah Aisyiyah, serta organisasi otonom Muhammadiyah.

(Wasis)

Expo Seminar Nasional Penguatan Pangan Indonesia, JATAM Cilacap Unjuk Produk

Expo Seminar Nasional Penguatan Pangan Indonesia, JATAM Cilacap Unjuk Produk

pdmcilacap, Banyumas – Seminar Nasional bertajuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045 digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini membahas peran strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ketersediaan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Ketua Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM) Daerah Cilacap, Suraswanto, mengatakan pihaknya turut berpartisipasi dalam expo dengan membuka stan yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil inovasi anggota.

Produk yang dipamerkan antara lain nutrisi pisang kluthuk, minyak gosok, olahan daun stevia dalam bentuk bubuk dan cair, penghilang bau, booster tanaman, asam amino untuk mengurangi stres tanaman, serta pupuk organik cair (POC) untuk fase vegetatif dan generatif, termasuk pengusir hama tikus.

“Produk yang ditampilkan merupakan hasil pengembangan dan presentasi anggota,” ujarnya.

Ia menambahkan, stan JATAM Cilacap diisi oleh empat perwakilan, sementara puluhan anggota lainnya turut mengikuti rangkaian seminar nasional tersebut.

Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta dari Cilacap dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi aktif, baik dalam forum seminar maupun expo yang difasilitasi Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas,” katanya.

Menurutnya, partisipasi ini mencerminkan semangat kolektif warga Muhammadiyah dalam mengambil peran strategis pada isu ketahanan pangan sebagai bagian dari dakwah pemberdayaan umat.

Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat wawasan peserta terkait ketahanan pangan berbasis komunitas, sekaligus mendorong lahirnya langkah konkret di masing-masing daerah serta memperkuat sinergi antar elemen Muhammadiyah.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal gerakan nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi kontribusi Muhammadiyah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pengunjung stan JATAM Cilacap, Mardianto, menilai produk yang ditampilkan cukup inovatif, terutama olahan pisang kluthuk yang dikembangkan menjadi minuman nutrisi. “Produk ini tidak hanya bernilai konsumsi, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas, Indri, menilai produk yang ditawarkan memiliki prospek baik, khususnya bagi kalangan ibu rumah tangga.

“Produk seperti penghilang bau sangat potensial untuk disosialisasikan lebih luas,” ujarnya.

Ketua JSM Banyumas, Latif Muchozin, menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara JSM, JATAM Wilayah Jawa Tengah, UMP, dan PDM Banyumas. “Seminar nasional ini menghadirkan keynote speaker Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini terbuka bagi peserta se-Jawa Tengah dan tidak dipungut biaya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi umat.

Dalam paparannya, Zulkifli Hasan menyebut sektor pertanian sebagai bidang yang sangat menjanjikan di masa depan.

“Sepuluh tahun ke depan, sektor pertanian akan menjadi bidang yang diperebutkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian pangan dan energi berbasis hasil pertanian, seperti singkong, serta mendorong peran perguruan tinggi dalam riset komoditas unggulan seperti padi, jagung, kelapa, kakao, dan cengkeh.

“Stok beras nasional saat ini mencapai 4,7 juta ton dan produksi padi tahun ini diproyeksikan meningkat,” ungkapnya.

Menurutnya, optimalisasi lahan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional. (wasis/san)

 

UMKM Jamaah Naik Kelas, BUMM Al Hikmah Cilacap Unjuk Produk di STIEMC

UMKM Jamaah Naik Kelas, BUMM Al Hikmah Cilacap Unjuk Produk di STIEMC

pdmcilacap.com, Cilacap – Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) Al Hikmah membuka stand produk snack di acara halal bihalal kampus STIE Muhammadiyah Cilacap, pada Ahad (12/4/2026).

Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Compress Martoyo mengatakan sebulan pertama soft launching produk BUMM, produk-produk snack mitra binaan masjid. Dengan didaftar produk unggulan berupa steak Sukun, Sriping Pisang, Kacang Bawang dan Gemblong serta kue bolu.

“Harga yang ditawarkan mulai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per bungkus,” jelasnya.

Produk mitra binaan dari jamaah Masjid Al Hikmah, dengan diberikan modal awal usaha mulai dari Rp 500 ribu dengan sepuluh angsuran. Tanpa bunga dan tanpa agunan, mengembalikan sesuai dengan pokoknya. Bila usaha berkembang ditingkatkan Rp 1 juta.

“Produknya kita bantu dalam pemasaran. Keuntungan BUMM dari jualan produk sekitar 20 persen,’ ucapnya.

Pengembangan produk BUMM ke depan akan masuk ke kantin-kantin sekolah dan menerima semua pesanan untuk acara rapat.

“Menerima pesanan catering juga dengan berbagai menu makanan, disesuaikan dengan dana dan selera,” katanya.

Masyarakat sangat antusias sekali artinya mereka sangat mendukung BUMM. “Berharap jamaah semakin bisa bertumbuh,” ucapnya.

Pembeli produk BUMM, Tin Minarti dari Kelurahan Gumilir Cilacap Utara, mengatakan membeli Kripik Pisang dari produk mitra binaan BUMM masjid Al Hikmah.

“Mitra binaan BUMM, keren bagus untuk peningkatan ekonomi umat, masjid merambah ke pengembangan ekonomi jamaah. Mudah-mudahan, bermanfaat bagi semua warga masyarakat juga peningkatan ekonomi jamaah,” harapnya.

Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali menanggapi BUMM sebagai bukti ajang kreativitas takmir masjid, makmur anggotanya dan memakmurkan anggotanya.

“Muhammadiyah berkemajuan, dengan makmur memakmurkan.  Kita support dengan segala hal, yang terdepan. Mudah-mudahan BUMM semakin diterima masyarakat, ekonomi harus ditingkatkan melalui berbagai cara dan jaringan,” pungkasnya. (wasis/san)