pdmcilacap, Cilacap – SMP Muhammadiyah 1 Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, mulai menuju sekolah berbasis digital melalui kerja sama penggunaan aplikasi SI APIK. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Aula SMP Muhammadiyah 1 Dayeuhluhur, Kamis (13/8/2026).
SI APIK merupakan aplikasi digital yang dikembangkan untuk membantu sekolah dalam mengelola berbagai kebutuhan, khususnya di bidang manajemen pendidikan, keuangan, dan kedisiplinan. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung tata kelola sekolah yang lebih efektif, efisien, transparan, dan terdigitalisasi.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Dayeuhluhur, Eka Susila, mengatakan kerja sama penggunaan aplikasi SI APIK menjadi langkah nyata sekolah dalam melakukan transformasi digital. Salah satu manfaatnya adalah membantu orang tua memantau aktivitas anak selama berada di sekolah.
“Manfaat utamanya, orang tua bisa memantau secara real-time melalui ponsel, memastikan anak berangkat dan pulang sekolah. Saat ini guru juga bisa melaporkan aktivitas belajar dan ke depan akan dikembangkan untuk laporan hasil belajar siswa,” jelasnya.
Founder SI APIK, Sulaiman Nur Rosyid, mengatakan digitalisasi sekolah menjadi kebutuhan seiring perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Menurutnya, SI APIK dirancang untuk membantu sekolah mengelola manajemen pendidikan, keuangan, dan kedisiplinan secara terintegrasi dan efisien.
“Transformasi digital di dunia pendidikan terus berkembang. Melalui SI APIK, kami ingin membantu sekolah dalam mengelola manajemen pendidikan, keuangan, dan kedisiplinan secara lebih terintegrasi serta efisien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya membantu sekolah menghadapi kebutuhan pengelolaan data dan administrasi yang semakin kompleks di era digital. Melalui SI APIK, berbagai proses manajemen sekolah dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
“Sistem ini mencakup pengelolaan manajemen pendidikan, keuangan, dan kedisiplinan, sehingga pihak sekolah memiliki sistem yang lebih terintegrasi untuk mendukung kegiatan operasional maupun pengambilan keputusan,” tandasnya.
Menurut Sulaiman, digitalisasi sekolah bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan dampak nyata terhadap efektivitas pengelolaan pendidikan.
“Kami ingin teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi sekolah. Dengan SI APIK, kami berharap kepala sekolah dan seluruh pihak terkait dapat mengelola pendidikan dengan lebih mudah, cepat, transparan, dan terukur,” katanya.
Kerja sama dengan SMP Muhammadiyah 1 Dayeuhluhur juga menjadi langkah strategis dalam memperluas implementasi teknologi digital di lingkungan pendidikan. Dengan sistem yang terintegrasi, sekolah diharapkan dapat mengurangi proses administrasi yang masih dilakukan secara manual sekaligus meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi.
“Digitalisasi melalui SI APIK juga diharapkan dapat membantu menciptakan tata kelola sekolah yang lebih modern, tertib, dan berbasis data,” harapnya.
Ke depan, tim SI APIK berkomitmen terus mengembangkan teknologi sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga semakin banyak satuan pendidikan dapat melakukan transformasi digital.
“Harapannya, digitalisasi ini dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik, orang tua, guru, dan seluruh stakeholder sekolah,” pungkasnya. (wasis/san)



