pdmcilacap, Cilacap – SMK Muhammadiyah 1 Cilacap ditetapkan sebagai sekolah pelopor ekonomi syariah di Jawa Tengah. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor 400.3.8.1/75 Tahun 2026.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Cilacap, Haryanto, mengatakan penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam mengembangkan penerapan ekonomi syariah di lingkungan sekolah.
“SMK Muhammadiyah 1 Cilacap ditetapkan sebagai pelopor sekolah ekonomi syariah,” jelas Haryanto.
Menurutnya, sebagai sekolah pelopor ekonomi syariah, SMK Muhammadiyah 1 Cilacap akan mengimplementasikan berbagai program. Di antaranya dengan memasukkan pendidikan syariah ke dalam kurikulum satuan pendidikan.
Selain itu, sekolah juga mendorong sertifikasi halal terhadap seluruh produk yang dihasilkan sekolah maupun yang dijual di kantin sekolah. Program lainnya adalah menjalankan koperasi syariah bagi guru dan karyawan.
“Melalui Koperasi Surya Bahagia, kami ingin agar seluruh warga sekolah terhindar dari praktik riba,” tandasnya.
Haryanto menambahkan, keberadaan kompetensi keahlian Perbankan Syariah di SMK Muhammadiyah 1 Cilacap menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan berbagai program ekonomi syariah di sekolah.
“Semoga ekonomi syariah dapat berkembang luas di berbagai sektor di wilayah Kabupaten Cilacap,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah 1 Cilacap, Tri Yuliyanto, mengatakan penetapan tersebut memberikan dampak positif terhadap pembinaan karakter dan aktivitas produktif siswa.
Menurutnya, sebagai institusi pendidikan yang memiliki program keahlian Perbankan Syariah, SMK Muhammadiyah 1 Cilacap memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan pendidikan ekonomi syariah, tidak hanya bagi siswa jurusan Perbankan Syariah, tetapi juga seluruh siswa.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat karakter Islami kepada seluruh siswa, tidak hanya yang berada di jurusan Perbankan Syariah. Pendidikan ini juga dapat membentuk sikap jujur, adil, amanah, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (wasis/san)



