pdmcilacap, Cilacap – Siswa SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap, Arrasyd Sya’ban Pratama, kelas 9 IT 2, berhasil meraih juara 2 Olimpiade Siswa Indonesia (OSI) tingkat nasional bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Prestasi tersebut diraih Arrasyd setelah mengikuti kompetisi yang digelar secara daring pada Sabtu (5/9/2026). Ia berhasil menempati peringkat kedua dari 204 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Indonesia.

Arrasyd mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk membawa nama SMP Mutu Plus Cilacap di tingkat nasional.

“Bahagia dan bangga bisa meraih peringkat 2. Saya juga senang bisa membawa nama SMP Mutu Plus Cilacap di tingkat nasional,” ungkap Arrasyd.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi lomba, Arrasyd menerapkan pola belajar dengan mengulang materi yang telah dipelajari. Selain itu, ia rutin mengerjakan latihan soal untuk meningkatkan pemahaman materi dan daya ingat.

Guru pembimbing OSI bidang IPA SMP Mutu Plus Cilacap, Nafira Amalia Damayanti, mengatakan Arrasyd memiliki dasar pengetahuan IPA yang baik. Persiapan kemudian difokuskan pada peningkatan kecepatan mengerjakan soal dan ketelitian dalam membaca serta memahami pertanyaan. “Alhamdulillah, ananda Arrasyd berpartisipasi dalam OSI. Itu merupakan langkah besar,” kata Nafira.

Menurut Nafira, salah satu metode latihan yang diterapkan adalah try out (TO) secara rutin satu kali dalam sepekan. Dalam simulasi tersebut, siswa mengerjakan 60 soal dalam waktu 90 menit dengan menggunakan soal-soal BISC dan OSN tahun sebelumnya. “Tujuannya agar anak terbiasa menghadapi tekanan waktu saat mengerjakan soal,” ujarnya.

Selain try out, latihan juga dilakukan dengan menetapkan target materi. Setiap dua minggu, siswa difokuskan pada satu bab tertentu. Misalnya, minggu pertama dan kedua mempelajari materi pemuaian dan kalor, kemudian minggu ketiga dan keempat mempelajari materi zat dan wujudnya.

“Setelah materi selesai, langsung dilanjutkan dengan latihan soal HOTS,” jelas Nafira.

Latihan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan bedah soal satu kali dalam sepekan selama 60 menit. Soal yang dibahas terutama soal yang paling banyak salah dikerjakan saat try out.

“Tujuannya agar anak memahami pola soal lomba, bukan sekadar menghafal. Kami juga membuat bank soal pribadi, sehingga setiap anak memiliki buku khusus untuk mencatat soal-soal sulit dan rumus cepat,” katanya.

Menjelang pelaksanaan lomba, porsi latihan ditingkatkan dengan memfokuskan kembali materi dan memperbanyak latihan soal per bab. Bedah soal serta latihan manajemen waktu juga tetap dilakukan. Namun, siswa tidak dipaksa mempelajari materi baru. “Fokus pada review catatan dan rumus serta tetap menjaga kesehatan,” pesan Nafira.

Nafira berharap prestasi yang diraih Arrasyd tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Menurutnya, proses latihan juga penting untuk membentuk kemampuan berpikir kritis, ketelitian, dan sikap pantang menyerah.

“Harapannya, ananda Arrasyd tidak hanya mengejar medali, tetapi juga terbiasa berpikir kritis, teliti, dan pantang menyerah. Menang atau kalah itu bonus, yang utama adalah prosesnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Mutu Plus Cilacap, Milana Erliyani, menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut. Ia menilai pencapaian Arrasyd merupakan hasil kerja sama antara siswa, guru pembimbing, sekolah, dan dukungan orang tua.

“Alhamdulillah, ananda Arrasyd mendapatkan hasil yang luar biasa. Kerja keras siswa dan guru pembimbing serta dukungan orang tua sangat mendukung keberhasilan ini,” ungkap Milana.

Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar dan berlatih. “Semoga prestasi seperti ini terus bertambah dan menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya bahwa prestasi dapat diraih melalui belajar, latihan yang konsisten, dan doa,” pungkasnya. (wasis/san)