pdmcilacap.com, Cilacap – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cilacap menggelar silaturahmi warga Muhammadiyah sekaligus pelepasan calon jamaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Mabrur tahun 2026/1447 H. Kegiatan berlangsung di Gedung IPHI Cilacap, Ahad (12/4/2026).
Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan parade drumband Hizbul Wathan (HW) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah.
Sebanyak 100 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Wijayakusuma turut dilibatkan untuk membantu kelancaran acara.

Prosesi pelepasan sebanyak 193 calon jamaah haji KBIHU Al Mabrur dilakukan oleh Ketua PDM Kabupaten Cilacap, Habib Ghozali. Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Cilacap Annisa Febriana, Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. Tafsir, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, serta jajaran PDM.
Ketua PDM Cilacap, Dr. Habib Ghozali, dalam sambutannya menegaskan Muhammadiyah hadir sebagai mitra pemerintah sekaligus pelayan umat. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan Muhammadiya semua tingkatan, mulai dari ranting hingga cabang.
“Persyarikatan hadir dalam rangka pelayanan umat. Ini menjadi kebahagiaan bagi kita melihat antusiasme jamaah yang hadir,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Mari bersama-sama membangun Cilacap agar ke depan semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, sambutan Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya yang dibacakan oleh Plh Sekda Annisa Febriana menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam pembangunan daerah.
Ia menilai momentum silaturahmi ini menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah demi terwujudnya Cilacap yang lebih maju dan sejahtera.

Dalam tausiyahnya, Ketua PWM Jawa Tengah. Dr. K.H. Tafsir menekankan pentingnya silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam. Menurutnya, hubungan antarsesama manusia harus dilandasi sikap saling memaafkan.
“Kesalahan antarsesama manusia harus diselesaikan dengan saling meminta maaf dan memaafkan. Allah tidak akan mengampuni sebelum yang bersangkutan saling memaafkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan Allah harus disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT. (wasis/san)



