pdmcilacap, Cilacap – Suasana meriah dan penuh haru mewarnai kegiatan perpisahan, wisuda, dan pelepasan siswa TK ABA III Ciwuni Kesugihan yang digelar di lingkungan sekolah, Senin (15/6/2026). Sebanyak 37 siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni bernuansa Islami.

Kegiatan mengusung semangat pelepasan bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Beragam penampilan ditampilkan oleh anak-anak, mulai dari seni Islami hingga kreasi modern yang mengangkat budaya Nusantara.

Kepala TK ABA III Ciwuni Kesugihan, Siti Mukimah, mengatakan pentas seni tahun ini mengangkat tema “Akhlakul Karimah” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini.

“Anak-anak menampilkan pentas seni bernuansa Islami dan seni kreasi modern yang mengangkat budaya Nusantara dengan tema Akhlakul Karimah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pada tahun ajaran 2026/2027 telah tercatat 25 calon peserta didik baru yang mendaftar. Sementara itu, masih terdapat lima siswa yang melanjutkan pendidikan di TK ABA III.

“Kami berharap jumlah peserta didik baru terus bertambah dan melebihi jumlah siswa yang telah lulus tahun ini,” katanya.

Menurut Siti Mukimah, TK ABA III Ciwuni Kesugihan telah dikenal luas oleh masyarakat, tidak hanya di Desa Ciwuni tetapi juga di Desa Karangjengkol yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut. Hal itu terlihat dari banyaknya orang tua yang mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah tersebut.

“Sebagian besar siswa berasal dari Desa Karangjengkol dan Desa Ciwuni. Mayoritas merupakan anak dari keluarga muda yang baru memiliki satu anak,” jelasnya.

Ia berharap lulusan TK ABA III Ciwuni Kesugihan mampu bersaing dan berprestasi saat melanjutkan pendidikan di tingkat SD maupun MI.

“Kami sering mendapat kabar dari guru MI maupun kepala sekolah SD bahwa alumni TK ABA III mampu meraih prestasi dan menyelesaikan pendidikan dasar dengan hasil yang memuaskan,” ungkapnya.

Dalam proses pembelajaran, sekolah juga menekankan pendidikan keagamaan, di antaranya hafalan Surat An-Naba, surat-surat pendek Juz 30, serta Asmaul Husna.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sebagai bagian dari amanah Aisyiyah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite TK ABA III Ciwuni Kesugihan, Subagyo, menjelaskan bahwa sekolah tersebut berdiri pada tahun 1990. Pada awal berdirinya, kegiatan belajar mengajar masih menempati teras rumah warga sebelum akhirnya memiliki gedung sendiri.

“Alhamdulillah, berkat wakaf dari simpatisan Muhammadiyah dan dukungan masyarakat, kini TK ABA III telah memiliki gedung sendiri yang representatif,” katanya.

Ia menegaskan, sekolah juga mengedepankan nilai sosial dengan memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Yang terpenting adalah anak-anak dapat memperoleh pendidikan sejak usia dini sebagai bekal memasuki jenjang sekolah dasar,” pungkasnya. (wasis/san)