pdmcilacap, Cilacap – RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan sosial dalam peringatan Milad ke-3 bersama Muhammadiyah dan 13 tahun pengabdian rumah sakit tersebut, di halaman Poli Gedung Barat RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, Sabtu (6/6/2026).

Mengusung tema “13 Tahun Mengabdi, 3 Tahun Bersama Muhammadiyah: Terus Berkembang untuk Layanan Berkemajuan”, kegiatan diisi dengan santunan kepada 20 anak yatim, pembagian 100 paket sembako bagi kaum duafa, serta khitan massal bagi enam anak.

Selain itu, rumah sakit juga akan menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak pada 4 Juli 2026 mendatang.

Direktur RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, Eko Budi Santoso mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemenuhan sarana prasarana medis.

Menurutnya, sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 180 tempat tidur, RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya terus berupaya agar berbagai kasus medis dapat ditangani secara optimal tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.

“Semua masalah medis sebisa mungkin dapat kita tangani dan diselesaikan di rumah sakit ini, sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke luar,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan layanan dilakukan secara berkelanjutan agar pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan berkualitas.

Selain itu, rumah sakit juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sektor swasta guna mendukung pelaksanaan berbagai program kesehatan masyarakat.

“Berbagai pihak mendukung kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, M. Yahya Fuad, berharap rumah sakit semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya semakin berkembang untuk layanan berkemajuan dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menilai perjalanan 13 tahun pengabdian dan tiga tahun bersama Muhammadiyah merupakan nikmat yang patut disyukuri. Karena itu, seluruh direksi dan karyawan diharapkan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan dakwah Muhammadiyah.

“Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Bekerja hendaknya diniatkan sebagai ibadah dan mencari rida Allah SWT,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan setiap warga Muhammadiyah memiliki peran sebagai juru dakwah sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.

“Bapak-Ibu, semua adalah juru dakwah sesuai profesi dan kemampuan masing-masing,” katanya.

Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah di mimbar atau masjid, tetapi juga melalui dakwah amaliah yang diwujudkan dalam pelayanan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk rumah sakit.

Karena itu, seluruh unsur di RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, mulai dari direktur hingga karyawan, diharapkan memiliki visi yang sama dalam menjalankan misi dakwah Muhammadiyah melalui pelayanan kesehatan.

“Mulai dari direktur sampai karyawan, semua punya visi dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain memberikan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan juga dapat menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada pasien, salah satunya melalui firman Allah SWT dalam QS Asy-Syu’ara ayat 80:
“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.”  (wasis/san)