pdmcilacap.com, Cilacap — Ratusan jamaah menghadiri kegiatan halal bihalal dan silaturahmi dalam pengajian rutin dua bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jeruklegi. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Balai Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, pada Ahad (5/4/2026).

Jamaah yang hadir berasal dari keluarga besar warga Muhammadiyah, simpatisan, serta kaum muslimin dan muslimat se-Jeruklegi. Kegiatan ini mengusung tema “Bersihnya Hati Pasca Idulfitri.”

Ketua Ranting Muhammadiyah Tritih Lor, Romli Mustofa, menyampaikan bahwa panitia mengundang jamaah dari tujuh ranting di wilayah Cabang Jeruklegi. Untuk menunjang kegiatan, panitia menyiapkan 500 kursi, sementara pihak desa menyediakan tambahan 150 kursi.

“Alhamdulillah, jamaah yang hadir sekitar 650 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Syawal dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi melalui pengajian rutin cabang. “Momennya Syawalan, sehingga pengajian sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Alhamdulillah, Ranting Tritih Lor siap menjadi tuan rumah,” katanya.

Romli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pengajian ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PCM Jeruklegi, Sudarno, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai kegiatan cabang, termasuk pengajian rutin ini.

“Terima kasih kepada para tamu undangan dan ustaz yang telah hadir,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Mintaraga Eman Surya menekankan pentingnya membangun karakter seorang mukmin yang mampu diterima dan menerima orang lain.

“Orang beriman adalah yang bisa menerima orang lain dan juga diterima oleh orang lain,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dalam kehidupan sosial. Menurutnya, kualitas kehidupan seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan.

“Jika kehidupan sosial kita baik, itulah ukuran kualitas diri kita sebagai pribadi mukmin yang sebenarnya, yakni mukmin yang berkemajuan dan berkepribadian utama,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa menjadi pribadi yang bermanfaat dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai bermuhammadiyah, lanjutnya, diarahkan untuk membentuk karakter yang saleh, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Orang yang berakhlak baik ditandai dengan wajah ceria, suka menolong, dan tidak menyakiti orang lain,” tandasnya.

Menutup tausiyahnya, ia menegaskan bahwa bermuhammadiyah harus membawa nilai kegembiraan, pencerahan, dan kemakmuran bagi umat.

“Bermuhammadiyah itu menggembirakan, mencerahkan, dan memakmurkan,” pungkasnya. (Wasis)