pdmcilacap, Cilacap – Sebanyak 163 ekor domba disembelih dalam pelaksanaan DAM/Hadyu jemaah haji KBIHU Al Mabrur Cilacap pada Rabu – Kamis, (27 – 28/5/2026).
Penyembelihan hewan DAM/Hadyu dilaksanakan di empat distrik, yakni Majenang, Sidareja, Kroya, dan Kota Cilacap. Khusus distrik Kota Cilacap, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Misfalah/Pondok Pesantren Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Jalan Laban, Kebonmanis, Cilacap.
Ketua KBIHU Al Mabrur Cilacap, Bambang Misgianto, mengatakan jumlah hewan DAM/Hadyu yang disembelih mencapai 163 ekor domba. Daging hasil penyembelihan kemudian dibagikan kepada fakir miskin.
“Untuk distrik kota sebanyak 70 ekor, sedangkan sisanya 93 ekor didistribusikan di tiga distrik lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, standar berat hidup domba DAM/Hadyu dari BAZNAS berkisar antara 21–26 kg/ekor. Namun, domba yang disiapkan KBIHU Al Mabrur memiliki berat di atas standar tersebut.
“Rata-rata beratnya sekitar 26–30 kilogram per ekor, bahkan ada yang mencapai 33 kilogram,” katanya.

Menurutnya, penyembelihan hewan DAM/Hadyu dilakukan pada hari tasyrik sesuai syariat.
“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar dan vendor berusaha menyiapkan domba dengan baik. Ke depan, persiapan akan lebih ditingkatkan lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, mengatakan pelaksanaan penyembelihan DAM/Hadyu tahun 1447 Hijriah mengacu pada keputusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait pelaksanaan penyembelihan di tanah air.
“Lazismu Cilacap diberi amanah untuk membantu pengelolaan data, keuangan, dokumentasi penyembelihan, hingga pendistribusian,” jelasnya.
Ia menegaskan, Muhammadiyah berkomitmen menindaklanjuti arahan pimpinan pusat agar pengelolaan DAM/Hadyu dilakukan secara amanah, profesional, dan transparan.
“Ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada jemaah haji yang telah menyelesaikan rukun hajinya,” katanya.
Menurut Budi, penyembelihan DAM/Hadyu di dalam negeri juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Penerima manfaatnya lebih banyak, terutama untuk membantu pencegahan stunting dan pemberdayaan peternak lokal,” ujarnya.
Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali, mengatakan Kamis, 28 Mei 2026, menjadi puncak pelaksanaan penyembelihan DAM/Hadyu.

“Kami bersyukur, Alhamdulillah hewan-hewan dalam kondisi sehat dan mencukupi kebutuhan umat,” katanya.
Distribusi daging diserahkan kepada masing-masing cabang dengan sasaran utama fakir miskin.
“Syiarnya luar biasa. Kami mendukung kebijakan pemerintah agar DAM/Hadyu lebih bermanfaat jika disembelih di dalam negeri,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan penyembelihan DAM/Hadyu ke depan dapat dikelola lebih profesional, terutama dari sisi manajemen. (wasis/san)




