pdmcilacap, Cilacap– Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Cilacap secara resmi menyerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 di Pendopo Kantor Kepala Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang, Jumat (31/7/2026).
KKN tahun ini mengusung tema “Peningkatan Ketahanan Ekonomi melalui Penguatan Daya Saing UMKM dan Ekonomi Kreatif” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua I STIEM Cilacap, Kristanti Rahman, mengatakan pelaksanaan KKN 2026 melibatkan 45 mahasiswa yang akan ditempatkan di empat desa, yakni Desa Cilopadang (Kecamatan Majenang), Desa Ciruyung (Kecamatan Karangpucung), Desa Penyarang (Kecamatan Sidareja), dan Desa Sidamukti (Kecamatan Patimuan).
“Sebanyak 45 mahasiswa mengikuti KKN STIEM Cilacap tahun ini dengan fokus program pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ujarnya.
Kristanti juga mengingatkan para mahasiswa agar menjaga nama baik diri sendiri, orang tua, dan almamater selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
“KKN berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Kami berharap mahasiswa dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat sehingga seluruh program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat,” katanya.

Kepala Desa Cilopadang, Warso, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN STIEM Cilacap di wilayahnya. Ia berharap para mahasiswa mampu menjalankan program kerja dengan optimal serta berbaur dengan masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa. Mudah-mudahan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cilopadang,” ujarnya.
Menurut Warso, para mahasiswa telah menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan meski baru berada di desa selama satu hari.
“Alhamdulillah, para mahasiswa sudah mulai beradaptasi dengan baik. Semoga seluruh program KKN berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, yang diwakili Peneliti Pertama Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Cilacap, Muhammad Husnul Maab, mengatakan KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat sekaligus memahami kebutuhan riil di lapangan.
“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi yang dimiliki masyarakat serta memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa yang memiliki latar belakang ilmu ekonomi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pendampingan UMKM.
“Potensi UMKM, koperasi, pertanian, dan perdagangan dapat dikembangkan melalui pengelolaan yang baik, inovasi, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Muhammad Husnul juga mendorong mahasiswa untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa serta seluruh elemen masyarakat.
“Dengarkan kebutuhan masyarakat, petakan potensi yang ada, kemudian berikan pendampingan dan kegiatan yang realistis sehingga benar-benar memberikan manfaat,” pungkasnya. (wasis/san)



