pdmcilacap.com, Cilacap – Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cilacap menggelar Sosialisasi dan Workshop Kurasi Sertifikat Prestasi Siswa bagi sekolah/madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Cilacap. Kegiatan berlangsung di Gedung Dakwah PDM Cilacap, Selasa (14/4/2026).

Sebanyak 170 peserta dari 70 sekolah mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala bidang kesiswaan, serta operator Dapodik dari seluruh sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Cilacap.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Cilacap, Joko Budi Santoso, menjelaskan kurasi merupakan proses pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terhadap capaian prestasi siswa. Menurutnya, prestasi yang telah dikurasi akan tercatat secara resmi dan menjadi nilai tambah bagi peserta didik.

“Ini menjadi bekal anak-anak kita untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir para kepala sekolah, waka kesiswaan, dan operator Dapodik dalam memandang proses kurasi. Menurutnya, sekolah harus aktif mendorong dan memastikan setiap prestasi siswa terdata dengan baik.

“Bapak dan Ibu harus punya pola pikir bahwa proses ini sangat penting. Prestasi anak didik harus dikurasikan,” tegasnya.

Joko juga berharap tidak ada lagi prestasi siswa yang terabaikan dan tidak tercatat di Puspresnas.

Narasumber, Niansari Susapto Putri selaku asesor Puspresnas, menjelaskan kurasi sertifikat prestasi merupakan proses identifikasi, penilaian, hingga penetapan oleh asesor terhadap ajang talenta atau prestasi peserta didik yang diselenggarakan di luar Kemendikdasmen.

“Ajang yang dikurasi oleh Puspresnas menjadi representasi capaian prestasi peserta didik di tingkat nasional, sehingga memberikan manfaat besar bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” jelasnya.

Kepala SMP Muhammadiyah Nusawungu, Mukharoroh, menyampaikan adanya kurasi membuat sekolah lebih selektif dalam mengikutkan siswa pada berbagai ajang lomba. Pasalnya, tidak semua kompetisi masuk dalam kurasi Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).

Ia menambahkan, beberapa ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tidak termasuk dalam kurasi BPTI.

Dalam kesempatan tersebut, Mukharoroh juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar terus meningkatkan semangat belajar dan meraih prestasi.

“Semoga anak-anak semakin cerdas, semakin semangat dalam mencapai cita-cita, serta menjadi kebanggaan guru dan orang tua,” tuturnya.

Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali, berharap para kepala sekolah mampu berperan aktif dalam mendorong prestasi siswa. Menurutnya, kurasi menjadi bagian penting dalam pencatatan prestasi yang diakui secara nasional.

“Jika kepala sekolah kreatif dan inovatif, maka siswa memiliki peluang besar untuk berprestasi. Segera unggah melalui jalur resmi Puspresnas,” pungkasnya. (wasis/san)