pdmcilacap, Cilacap – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap menyambut baik program prioritas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berupa Sekolah Tabligh. Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahim dan Pembinaan PWM Jawa Tengah yang digelar di Aula Soedirman Gedung PDM Cilacap, Ahad (26/4/2026).

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Ibnu Hasan, menjelaskan program Sekolah Tabligh merupakan bagian dari penguatan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) melalui pengkaderan intensif yang dilaksanakan oleh Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah.

“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus menumbuhkan anggota baru KMM, sehingga lahir dai Muhammadiyah yang kompeten, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kurikulum Sekolah Tabligh memadukan studi keislaman, manhaj, tarjih, serta keterampilan dakwah digital, termasuk pemanfaatan media sosial.

“Harapannya, dakwah Muhammadiyah dapat semakin mencerahkan sekaligus memberdayakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PDM Cilacap, Muhajir, menyoroti target PWM Jawa Tengah untuk mencapai 12.000 anggota KMM aktif pada 2027. Ia menyebutkan, Sekolah Tabligh angkatan ke-3 direncanakan digelar di wilayah Banyumas.

“Cilacap diharapkan mampu merekrut peserta untuk Sekolah Tabligh. Saat ini baru lima orang yang mendaftar, padahal kuota mencapai 40 peserta,” ungkapnya.

Sekretaris PDM Cilacap, Khaerul Anwar, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sekolah Tabligh di daerah dapat dibuka jika jumlah peserta minimal mencapai 25 orang.

“Sebagian besar pembelajaran dilakukan secara daring, sedangkan tatap muka dilaksanakan satu kali dalam sebulan,” jelasnya.

Untuk mendukung pencapaian target, PDM Cilacap juga menginstruksikan Majelis Dikdasmen agar setiap sekolah mengirimkan minimal satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengikuti program tersebut.

“Kami menunggu hingga akhir April atau awal Mei 2026. Kami mohon dukungan dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya sekolah,” ujarnya.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah lainnya, Ibnu Naser Arrohimi, menilai Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk sekitar 2,04 juta jiwa.

“Menjadi kader Muhammadiyah sejatinya adalah dengan berdakwah,” tegasnya.

Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali, menambahkan bahwa kegiatan silaturahim dan pembinaan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi dengan PWM Jawa Tengah.

“Target Jawa Tengah pada 2027 adalah seluruh program berjalan 100 persen. Kami terus berkoordinasi agar capaian tersebut dapat terealisasi,” katanya.

Ia juga berharap Cilacap dapat memberikan kontribusi optimal dan meraih hasil terbaik dalam pencapaian target tersebut.

“Kabupaten Cilacap memiliki target tinggi, dan kami berharap dapat masuk dalam nominasi terbaik,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan mengenai aplikasi SatuMu oleh tim PWM Jawa Tengah. (wasis/san)