pdmcilacap, Cilacap – Ratusan jamaah menghadiri pengajian rutin bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cimanggu di Masjid Jami Al Walidain SMK Muhammadiyah Cimanggu, Ahad (27/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Memakmurkan Masjid, Menguatkan Islam Berkemajuan” ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat warga Muhammadiyah dalam memakmurkan masjid.

Pengajian menghadirkan Ustaz Mintaraga Eman Surya, dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya membangun dan menjaga kebersihan masjid, termasuk memberikan wewangian agar jamaah merasa nyaman saat melaksanakan ibadah.

“Menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana yang khusyuk bagi jamaah dalam melaksanakan salat,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat untuk menunaikan ibadah salat, tetapi juga memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam. Salah satunya adalah pahala bagi orang yang melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah.

Menurutnya, terdapat sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keutamaan beribadah di masjid, mulai dari berwudu di rumah, berjalan menuju masjid dengan niat melaksanakan salat, hingga menunaikan salat Tahiyatul Masjid ketika memasuki masjid.

“Disunahkan berwudu dari rumah, kemudian berjalan menuju masjid dengan niat melaksanakan salat. Setiap langkahnya bernilai pahala. Ketika masuk masjid, kita juga dianjurkan melaksanakan salat Tahiyatul Masjid dua rakaat,” paparnya.

Mintaraga juga mengajak jamaah untuk menghidupkan masjid melalui kegiatan iktikaf, zikir, membaca Al-Qur’an, dan salat sunah. Setelah salat Subuh, jamaah dapat mengisi waktu dengan membaca zikir pagi hingga menjelang waktu syuruk, kemudian menunggu sekitar 15 menit untuk melaksanakan salat Duha pada awal waktunya.

Sementara itu, selepas salat Asar hingga menjelang Magrib, jamaah dapat mengisi waktu dengan membaca zikir petang. Ia juga mendorong pembiasaan menyampaikan tausiyah atau kuliah tujuh menit (kultum) setelah salat wajib sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keislaman warga Muhammadiyah.

“Setelah salat wajib, kita dapat mengisi kegiatan dengan memberikan tausiyah atau kultum sebagai salah satu budaya dakwah di Muhammadiyah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masjid juga harus difungsikan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pembelajaran Islam. Kegiatan membaca Al-Qur’an, tadarus, dan mengkaji kandungannya perlu terus dihidupkan agar masjid menjadi tempat yang memberikan pencerahan bagi umat.

Menurutnya, majelis zikir dan pengajian merupakan sarana untuk memperoleh ketenangan, menambah ilmu, serta memperkuat keimanan. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika orang-orang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, Allah menurunkan ketenangan, rahmat, dan ampunan. Malaikat pun menaungi majelis ilmu. Pengajian menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu, membuka hati, dan mencerahkan pikiran,” jelasnya.

Ketua PCM Cimanggu, Ahmad Susanto, bersama Majelis Tabligh PCM Cimanggu, Rakhmat Efendi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian rutin bulanan yang mempertemukan warga Muhammadiyah di Masjid Jami Al Walidain SMK Muhammadiyah Cimanggu.

Ahmad Susanto mengatakan, pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh PCM Cimanggu melalui Majelis Tabligh dan Dakwah tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Ia juga menyampaikan bahwa pengajian kali ini menjadi momentum istimewa karena dilaksanakan di masjid yang baru diresmikan pada 4 September 2026.

“Alhamdulillah, pada kesempatan yang baik ini, kita dapat menyelenggarakan pengajian di masjid baru yang telah diresmikan pada 4 September 2026. Mari kita makmurkan masjid yang besar ini. Mudah-mudahan Masjid Jami Al Walidain semakin makmur dengan berbagai kegiatan ibadah dan dakwah,” harapnya.

Ahmad Susanto turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah menghadiri pengajian rutin tersebut. Ia secara khusus mengajak seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah serta amal usaha Muhammadiyah (AUM) untuk berperan aktif dalam memakmurkan masjid.

“Mudah-mudahan melalui pengajian ini, kita semua mendapatkan pencerahan dan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Cimanggu, Tri Andriyani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan sehingga pengajian di Masjid Jami Al Walidain dapat terselenggara dengan lancar.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama, dukungan, dan partisipasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan dakwah dan kegiatan keagamaan di lingkungan Muhammadiyah.

“Dengan izin Allah SWT serta berkat kerja sama, dukungan, dan partisipasi semua pihak, pengajian di Masjid Jami Al Walidain telah berjalan dengan lancar, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Tri Andriyani juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, para ustaz dan penceramah, jamaah dan peserta pengajian, para donatur, sahabat masjid, keluarga besar SMK Muhammadiyah Cimanggu, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia berharap Masjid Jami Al Walidain tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan, dakwah, pembinaan umat, dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda dan melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kita. Semoga Masjid Jami Al Walidain menjadi pusat ilmu, ibadah, dan kebaikan yang terus memberikan manfaat bagi umat. Mari kita jaga, rawat, dan makmurkan masjid kita bersama,” pungkasnya. (wasis/san)