Berita
Ratusan Jamaah Hadiri Pengajian Ahad Manis PCM Kawunganten
pdmcilacap, Cilacap – Ratusan jamaah mengikuti Pengajian Rutin Ahad Manis yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kawunganten di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babakan, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Ahad (6/9/2026).
Pengajian yang mengusung tema “Menambah Ilmu, Menguatkan Iman, Meraih Ridha Allah” tersebut berlangsung di halaman Masjid Birul Walidain, Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten.
Dalam tausiyahnya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Ustaz Habib Ghozali, menyampaikan pentingnya mengamalkan ilmu yang diperoleh melalui pengajian. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat dan bercahaya adalah ilmu yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengajian itu mendapatkan ilmu, kemudian diupayakan untuk diamalkan juga. Semoga kita diberikan kemudahan untuk mengamalkannya,” tandasnya.

Ia mencontohkan salah satu ilmu sederhana yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni mengucapkan salam assalamu’alaikum ketika bertemu atau menyapa orang lain.
“Semakin banyak assalamu’alaikum, maka semakin banyak yang ditanam,” ujarnya, mengibaratkan menebarkan salam seperti bercocok tanam.
Selain itu, Habib Ghozali juga menyampaikan pentingnya memperoleh dan mengelola rezeki yang baik (thayyib), baik melalui pekerjaan, berdagang, bertani, beternak, maupun usaha perikanan tangkap dan budi daya.
“Zakat pendapatan 2,5 persen, maka wajib dikeluarkan,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa amal yang dilakukan seorang Muslim bukan semata-mata menjadi sebab seseorang masuk surga. Menurutnya, keselamatan dan masuknya seseorang ke surga merupakan rahmat dari Allah SWT.
“Yang mengakibatkan masuk surga tidak semata-mata amal saleh, tetapi rahmat Allah SWT,” tandasnya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam menjalani kehidupan dengan tujuan yang jelas serta terus mengalami kemajuan. Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak pesimistis dalam menjalani kehidupan.
“Jadi, kita jangan pesimistis dalam menjalani kehidupan di dunia ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang sekaligus Ketua PRM Babakan, Salsono, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya Pengajian Rutin Ahad Manis tersebut.
“Apapun bentuk dan perannya, mudah-mudahan Allah SWT membalas dengan balasan yang setimpal,” harapnya.
Salsono secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Aisyiyah Ranting Babakan yang turut mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap jumlah anggota Aisyiyah di ranting tersebut terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.
“Tampil pertama kali membawakan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Aisyiyah. Sebagai ketua ranting, saya merasa bangga,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Majelis Tabligh PCM Kawunganten, KH Ngadiman Wahidi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran warga Muhammadiyah, Aisyiyah, serta para simpatisan dalam pengajian tersebut.
“Alhamdulillah, yang hadir dalam pengajian banyak, baik warga Muhammadiyah dan Aisyiyah maupun simpatisannya. Semoga diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin,” ujarnya.
Ngadiman menjelaskan, PCM Kawunganten memiliki tujuh ranting yang tersebar di sejumlah desa, yakni PRM Sidaurip, Kubangkangkung, Bojong, Kawunganten, Kawunganten Lor, Mentasan, dan Babakan.
“Ranting Mentasan terbanyak peserta pengajiannya dan juga sebagai ranting lama. Sedangkan calon ranting baru yaitu Ujungmanik,” pungkasnya. (wasis/san)
Agatha Thian Neysa Raih Top 3 Speech Contest Tingkat Kabupaten Cilacap
pdmcilacap, Cilacap – Agatha Thian Neysa, siswi kelas 9 ICP SMP Mutu Plus Cilacap, berhasil meraih Top 3 dalam ajang Speech Contest tingkat Kabupaten Cilacap. Kompetisi tersebut digelar dalam rangkaian acara Cresta Mandala Bhakti 67 di SMA Negeri 1 Cilacap, Sabtu (29/8/2026).
Agatha mengatakan, persiapan mengikuti lomba dilakukan melalui latihan rutin bersama guru pembimbing di sekolah. Latihan difokuskan pada penyusunan naskah pidato, pemantapan intonasi, penguasaan materi, serta peningkatan rasa percaya diri sebelum tampil di hadapan juri.
“Kami fokus pada penyusunan naskah pidato, pemantapan intonasi, penguasaan materi, dan pembentukan rasa percaya diri sebelum tampil di hadapan para juri,” katanya.
Menurut Agatha, persaingan dalam lomba cukup ketat karena diikuti puluhan peserta dari berbagai SMP di Kabupaten Cilacap. Meski demikian, ia bersyukur dapat memberikan hasil terbaik. “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan sekolah serta kerja keras, saya berhasil meraih posisi tiga besar,” ujarnya.
Agatha berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dan meningkatkan keberanian tampil di tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga prestasi ini juga bisa menginspirasi teman-teman lainnya di SMP Mutu Plus Cilacap untuk tidak ragu mengejar passion mereka,” harapnya.
Guru Pembina Story Telling English Club SMP Mutu Plus Cilacap, Erlina Satyarini, mengatakan persiapan Agatha dilakukan melalui pendampingan secara intensif. Latihan dilakukan secara rutin setiap hari bersama guru pendamping.
“Agatha mempunyai banyak sekali bakat terpendam. Dia bisa menjadi MC dalam sebuah acara, menjadi pembawa berita, serta berpidato menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris,” pungkasnya. (wasis/san)
Tim Tapak Suci SMP Mutu Plus Cilacap Raih Delapan Medali di Kejurda X
pdmcilacap, Cilacap – Tim Tapak Suci SMP Mutu Plus Cilacap berhasil meraih delapan medali dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) X Tapak Suci Pimda Cilacap yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Wijayakusuma IPSI Cilacap, Sabtu–Ahad (29–30/8/2036).
Delapan atlet SMP Mutu Plus Cilacap yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut berhasil membawa pulang empat medali perak dan empat medali perunggu.
Dari kategori putra, Rafael Hermansyah dari kelas 9 ICP meraih medali perak di Kelas I Putra. Farhan Nararya Yudosaputra dari kelas 9 ICP meraih medali perak di Kelas H Putra. Selanjutnya, Husen Fadhil Prasetyo dari kelas 8 IT meraih medali perak di Kelas D Putra, sedangkan Fadil Maulana Zaki dari kelas 8 AT meraih medali perak di Kelas I Putra.
Sementara itu, Reno Rifai Ramadani dari kelas 9 Atlet meraih medali perunggu di Kelas G Putra.
Dari kategori putri, tiga atlet SMP Mutu Plus Cilacap juga berhasil meraih medali perunggu. Mereka adalah Fikta Rizki Azzahra dari kelas 9 IT dan Aisyatunnajah dari kelas 9 IT yang masing-masing meraih medali perunggu di Kelas E Putri. Medali perunggu lainnya diraih Afifah Aulia Rahma dari kelas 9 Science di Kelas E Putri.

Pembina Ekstrakurikuler Tapak Suci SMP Mutu Plus Cilacap, Eka Agus Aryyanti, mengaku bersyukur karena sekolah masih dapat mengirimkan atlet-atlet berbakat untuk mengikuti Kejurda X Tapak Suci Pimda Cilacap.
“Alhamdulillah, di Kejurda X Tapak Suci Pimda Cilacap tahun ini, SMP Mutu Plus Cilacap masih bisa mengirimkan atlet-atlet berbakat,” ujarnya.
Menurut Eka, keikutsertaan para siswa dalam kompetisi tersebut merupakan sebuah pencapaian tersendiri. Keberanian mereka untuk tampil di tingkat kabupaten menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan pengalaman bertanding.
“Bagi kami, anak-anak yang sudah berani mengikuti kompetisi di event Kejurda Tapak Suci ini luar biasa. Mereka adalah anak-anak hebat yang sudah mampu berproses hingga tahap Kejurda tingkat Kabupaten Cilacap,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru pembina, orang tua atau wali murid, serta seluruh warga sekolah yang telah memberikan dukungan kepada para atlet selama mengikuti kejuaraan.
“Terima kasih banyak kepada para pelatih, orang tua atau wali murid, dan seluruh warga sekolah yang sudah memberikan dukungan pada event kali ini,” ucapnya.
Eka berharap ekstrakurikuler Tapak Suci SMP Mutu Plus Cilacap dapat terus berkembang dan meraih prestasi pada berbagai kejuaraan berikutnya.
“Harapan kami, ekskul Tapak Suci ke depan selalu bisa berjaya di setiap event yang diikuti,” harapnya.
Sementara itu, salah satu atlet Tapak Suci SMP Mutu Plus Cilacap, Rafael Hermansyah, mengatakan persiapan menghadapi Kejurda dilakukan secara intensif selama sepekan. Selain latihan, para atlet juga menjaga pola makan dan kondisi fisik agar siap bertanding.
“Latihan selama seminggu dan menjaga pola makan agar berat badan tetap ideal,” kata siswa kelas 9 ICP tersebut.
Hal senada disampaikan Afifah Aulia Rahma dan Aisyatunnajah. Keduanya mengatakan persiapan dilakukan dengan rutin berlatih serta menjaga kondisi fisik dan mental agar dapat tampil maksimal saat pertandingan.
“Kami mempersiapkan fisik dan teknik serta menjaga kondisi agar bisa tampil maksimal. Saya juga mempersiapkan mental agar tetap tenang dan percaya diri ketika bertanding,” ujar Afifah.
Saat bertanding, para atlet berusaha tetap fokus, menikmati jalannya pertandingan, dan memberikan kemampuan terbaik.
“Tentu ada rasa tegang, tetapi saya berusaha menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil lebih baik,” katanya.
Afifah juga mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan pelatih, keluarga, teman-teman, dan seluruh pihak yang telah memberikan semangat selama mengikuti kejuaraan.
“Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang dan berprestasi ke depannya,” pungkasnya. (wasis/san)



