Berita
Mencetak Generasi Qurani, Pemimpin Masa Depan
pdmcilacap, Cilacap – Sejumlah 41 siswa mengikuti Wisuda Tahfidz Al Qur’an SMP Muhammadiyah 2 Cilacap (Mudacil) yang diadakan di Masjid Al Hikmah Jl. Damar Cilacap pada Selasa (2/6/2026).
Dengan tema “Generasi Qur’an Pemimpin Masa Depan” diikuti sejumlah 41 siswa terdiri dari 34 siswa peminatan Tahfidz, 7 siswa peminatan Multimedia, Internasional Class Program dan Science.
Peserta Wisuda Tahfidz Al Qur’an, Syahidah Grozny kelas 9 Tahfidz mengungkapkan pada saat wisuda Tahfidz Al Qur’an membaca juz 28 dan sudah hafal juz 30, 29, 28 dan 27.
“Alhamdulillah, sudah hafal empat juz, setelah lulus dari SMP Mudacil,” ungkapnya.
Cara hafalannya setiap hari satu surat, biasanya memilih waktu pagi setelah solat subuh.
“Hafalan habis subuh sekitar lima sampai sepuluh ayat, dilanjutkan murojaah. Insya Allah hafal,” ujarnya.
Panitia wisuda, Novemi Triastuti menyampaikan wisuda Tahfidz Al Qur’an sejumlah 41 siswa terdiri dari 34 siswa peminatan Tahfidz dan yang 7 siswa dari peminatan Multimedia, Internasional Class Program dan Science.
Wisuda Tahfidz Al Qur’an untuk 7 anak kelas peminatan selain Tahfidz, karena hafalannya sudah dikategorikan bisa mengikuti wisuda Tahfidz Al Qur’an.
“Siswa sudah bisa menghafal juz 29 dan 30, ada dua siswa yang sudah hafal lebih tiga juz,” katanya.
Siswa selain mendapatkan pendidikan akademis juga pendidikan pembelajaran agama.
“Siswa mendapatkan pembelajaran hafalan Al Qur’an untuk bekal kelak di akhirat. SMP Mudacil mencetak siswa Qur’an dan Qur’ani,” harapnya.
Kegiatan wisuda Tahfidz Al Qur’an sebagai bukti kepada wali murid anak-anak bahwa mampu mengaji.
“Membuktikan kepada orang tua murid, SMP Mudacil benar-benar peminatan Tahfidz ketika lulus siswa mampu untuk hafalan Al Qur’an,” tandasnya.

Kepala SMP Mudacil, Wartono menjelaskan wisuda Tahfidz Al Qur’an untuk peminatan kelas Tahfidz dan peminatan lain, para siswa hafal Al Qur’an relatif mulai dari satu sampai empat juz. “Target kami minimal tiga juz anak hafal setelah lulus,” ucapnya.
SMP Mudacil ingin mencetak generasi Qur’ani, sehingga anak-anak yang diinginkan oleh orang tua, bisa terlihat pada saat wisuda. “Orang tua bangga, setelah lulus Mudacil sudah bisa hafal Al Qur’an,” katanya.
Harapan dari pihak sekolah, tidak hanya pada saat di Mudacil saja menghafal Al Qur’an. Nanti dilanjutkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi SLTA nya. “Mohon arahan orang tua agar siswa untuk tetap serta harus ada pendampingan. Supaya anak-anak agar tetap murojaah Al Qur’an,”pungkasnya. (wasis/san)
Sinergi KBIHU Al Mabrur, Gandeng MPM PDM Cilacap Kelola DAM/Hadyu 163 Jamaah Haji
pdmcilacap, Cilacap – KBIHU Al Mabrur PDM Cilacap menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Cilacap dalam pelaksanaan program penyembelihan hewan DAM/Hadyu bagi jamaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 163 ekor domba disembelih pada Rabu–Kamis, (27–28/5/2026), sebagai pelaksanaan DAM/Hadyu jamaah haji KBIHU Al Mabrur Cilacap.
“Daging hasil penyembelihan kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama fakir miskin,” jelas Ketua KBIHU Al Mabrur Cilacap, Bambang Misgianto.
Pelaksanaan penyembelihan dilakukan di empat distrik, yaitu Majenang, Sidareja, Kroya, dan Distrik Kota Cilacap.
Untuk wilayah Kota Cilacap, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Misfalah dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Jalan Laban, Kebonmanis, Cilacap.
Sekretaris MPM PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain, menilai pelaksanaan DAM/Hadyu perdana di tanah air tahun ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari sistem manajemen, transparansi pelaporan, konsolidasi tim, hingga koordinasi antar unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program.
“Program ini merupakan amanah besar yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Masih banyak masukan yang perlu kita kerjakan ke depan, terutama dalam aspek transparansi, konsolidasi tim, penguatan sistem pendataan, dokumentasi, distribusi, serta koordinasi lintas unsur agar pelaksanaannya semakin tertata dan profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan sehingga pelaksanaan DAM/Hadyu di masa mendatang dapat lebih terencana, terukur, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan seluruh proses dapat didukung dengan standar operasional yang lebih jelas, pembagian tugas yang lebih terstruktur, serta sistem pelaporan yang semakin akuntabel. Dengan demikian, amanah jamaah haji dapat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” tambahnya.
Budhi juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara KBIHU Al Mabrur, Lazismu, MPM, PCM, PRM, para relawan, peternak, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program tersebut.
“Semangat kolaborasi yang telah terbangun tahun ini merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan DAM/Hadyu pada masa yang akan datang,” tandasnya.
Meski pelaksanaan tahun ini berjalan dengan baik, seluruh pihak mengakui masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dievaluasi.
Oleh karena itu, KBIHU Al Mabrur, Lazismu, dan MPM PDM Cilacap berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan sehingga pelaksanaan DAM/Hadyu pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih terstruktur, tertata, profesional, dan memiliki tata kelola yang semakin baik.
“Demi memberikan pelayanan optimal kepada jamaah serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,”pungkasnya. (BBZ/Wasis).
Kajian Ba’da Subuh dan MBG Pererat Ukhuwah Islamiyah di Masjid Nurul Barokah
pdmcilacap, Cilacap– Masjid Muhammadiyah Nurul Barokah, Jalan Kancil, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, menggelar kajian ba’da subuh dan program Makan Bareng Gratis (MBG), Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Program yang digagas Majelis Taklim dan mendapat dukungan penuh dari Takmir Masjid Nurul Barokah itu diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat serta mendorong semangat jamaah dalam memakmurkan masjid.
Ketua Takmir Masjid Nurul Barokah, Ustadz Suradin, menyambut baik pelaksanaan program yang diinisiasi oleh Majelis Taklim, Dakwah, dan Shodakoh tersebut.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.

“Seluruh kegiatan dikemas dalam satu rangkaian yang bermuara pada upaya memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kajian ba’da subuh direncanakan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan atau menyesuaikan kondisi dan kebutuhan jamaah.
Selain kajian dan MBG, ke depan pengurus masjid juga berencana menambah sejumlah program pendukung, seperti pembagian sayur gratis dan layanan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, kajian disampaikan oleh Ustadz Sariman, dengan tema Pentingnya Akhlak dalam Kehidupan Muslim.
Ia menegaskan bahwa akhlak merupakan penyempurna ibadah dan keimanan, indikator kesempurnaan seorang mukmin, serta menjadi amalan yang memiliki bobot besar di hadapan Allah SWT.
“Akhlak menjadi penentu kualitas keimanan seseorang. Akhlak juga menjadi cerminan ibadah yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, akhlak yang baik merupakan fondasi terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis. Seseorang yang memiliki akhlak mulia akan mampu menghargai orang lain, menjaga lisan, serta menghindari perbuatan yang dapat menyakiti sesama.
“Dengan akhlak yang baik, seseorang akan mengetahui cara menghormati orang lain, menjaga ucapan, dan menghindari tindakan yang dapat melukai hati sesama manusia,” pungkasnya. (wasis/san)



