pdmcilacap, Cilacap – Sebanyak 80 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Cilacap mengikuti Pelatihan Praktik Audit Keuangan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI). Kegiatan berlangsung di Aula Kampus STIEM Cilacap, Jalan Urip Sumoharjo No. 21 A, Mertasinga, Cilacap Utara, Senin (29/6/2026).

Pelatihan mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Melalui Praktik Audit Keuangan” ini sebagai upaya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan audit yang dibutuhkan dalam perkuliahan maupun dunia kerja.

Ketua Panitia Pelatihan Praktik Audit Keuangan, Primalita Fortuna, didampingi Ketua HIMAKSI Intan Indri Astuti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kerja HIMAKSI Bidang Pendidikan dan Penalaran.

“Kegiatan ini bertujuan membantu teman-teman mahasiswa dalam mempelajari audit karena materi tersebut selaras dengan mata kuliah semester 4 dan semester 6,” ujarnya.

Menurutnya, peserta yang berasal dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung audit laporan keuangan.

“Melalui materi dan praktik audit keuangan, mahasiswa memperoleh gambaran dalam menghadapi mata kuliah audit sekaligus memahami penerapannya,” katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai audit keuangan sekaligus menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

“Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal dalam jenjang karier,” tambahnya.

Salah satu peserta, Marcelina Amanda Putri, mahasiswa S1 Akuntansi semester 6, mengaku pelatihan tersebut membuatnya lebih memahami alur audit keuangan dan memberikan gambaran mengenai pekerjaan seorang auditor.

“Melalui praktik audit keuangan ini saya dapat mengetahui secara langsung bagaimana cara kerja auditor serta bagaimana proses pemeriksaan laporan keuangan perusahaan dalam satu tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Kristanti Rahman, menilai audit keuangan merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa Akuntansi karena berkaitan erat dengan mata kuliah serta prospek kerja setelah lulus.

“Mahasiswa terlihat antusias mengikuti pelatihan. Mereka lebih mudah memahami materi karena langsung mempraktikkan proses audit keuangan,” jelasnya.

Ia menerangkan, pelatihan diawali dengan penyampaian teori audit, kemudian dilanjutkan dengan praktik, baik melalui studi kasus perusahaan maupun penggunaan program Microsoft Excel.

“Mahasiswa juga dikenalkan dengan praktik peninjauan di perusahaan serta penggunaan Excel dalam proses audit,” ujarnya.

Kristanti menjelaskan, mata kuliah audit diberikan pada semester 4, sedangkan Pemeriksaan Akuntansi II diajarkan pada semester 6. Oleh karena itu, pelatihan tersebut menjadi pelengkap pembelajaran di kelas sekaligus memberikan gambaran praktik di dunia bisnis.

“Pelatihan ini memiliki keterkaitan dengan mata kuliah sekaligus praktik yang diterapkan di dunia usaha,” katanya.

Ia berharap mahasiswa memahami bahwa lulusan Akuntansi memiliki peluang besar untuk berkarier di bidang audit.

“Akuntan bertugas menyusun laporan keuangan, sedangkan auditor memeriksa laporan keuangan tersebut. Profesi auditor masih menjadi peluang besar bagi lulusan Akuntansi karena kebutuhan tenaga profesional di bidang ini masih tinggi,” pungkasnya. (wasis/san)