pdmcilacap, Cilacap – Mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Cilacap menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi penanaman 90 bibit mangrove di kawasan pesisir Jalan Laut, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Ahad (27/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Ketua Panitia PKKMB, Alif Anan Maulana, mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen nyata STIE Muhammadiyah Cilacap dalam menyelenggarakan kegiatan pengenalan kampus yang ramah lingkungan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan kepada mahasiswa baru sejak hari pertama memasuki dunia perkuliahan,” ujarnya.

Menurut Alif, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami berbagai teori di ruang perkuliahan, tetapi juga perlu terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Ia menjelaskan, kawasan pesisir Adipala dipilih karena membutuhkan penguatan sabuk hijau melalui penanaman vegetasi mangrove. Keberadaan mangrove diharapkan mampu membantu menahan laju abrasi pantai serta melindungi wilayah daratan di sekitarnya.

“Penanaman mangrove di kawasan ini diharapkan dapat memperkuat sabuk hijau pesisir, menahan laju abrasi, dan melindungi wilayah daratan sekitar,” jelasnya.

Sebanyak 90 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut. Alif menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan pertumbuhannya. Karena itu, perawatan bibit setelah penanaman menjadi perhatian penting agar mangrove dapat tumbuh dengan baik.

“Sebanyak 90 bibit mangrove ini merupakan langkah awal yang terukur. Fokus kami bukan sekadar menanam, tetapi juga memastikan seluruh bibit memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi melalui perawatan pascapenanaman,” katanya.

Alif berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial PKKMB, melainkan menjadi awal dari gerakan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa.

Ia juga berharap 90 bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh subur dan berkembang menjadi sabuk hijau yang melindungi kawasan pesisir Cilacap. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus menginisiasi berbagai gerakan pelestarian lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memicu kesadaran generasi muda untuk terus berkontribusi dan menginisiasi gerakan penyelamatan lingkungan di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II STIE Muhammadiyah Cilacap, Eri Kristanto, mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan salah satu wujud komitmen kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan SDGs poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14 tentang Ekosistem Laut.

“Melalui penanaman mangrove ini, mahasiswa baru berkontribusi secara langsung dalam upaya mencegah abrasi, memulihkan ekosistem pesisir, serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati laut di wilayah Cilacap,” pungkasnya. (wasis/san)