pdmcilacap, Cilacap – SMP Muhammadiyah 2 Kroya bekerja sama dengan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang 029 Kroya menyelenggarakan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) pada Sabtu–Ahad (18–19/7/2026). Kegiatan yang diikuti 120 peserta dari berbagai sekolah ini bertujuan memperkuat akidah, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan kepada kader muda Tapak Suci.

Ketua Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang 029 Kroya, Oktavian Sholikhudin, mengatakan peserta berasal dari SMP Muhammadiyah 2 Kroya, SMP Muhammadiyah Sampang, SMP Muhammadiyah Nusawungu, SMP Negeri 1 Adipala, SMP Negeri 3 Binangun, serta SMK Muhammadiyah Sampang.

“Kehadiran peserta dari berbagai sekolah mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam membangun generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berprestasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan pembukaan yang diisi tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, serta Mars Tapak Suci.

Selanjutnya, peserta mengikuti materi tentang ketapaksucian dan menyaksikan pemutaran film sejarah Tapak Suci sebagai upaya menanamkan semangat perjuangan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.

Pada sepertiga malam, peserta melaksanakan salat Tahajud berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an, salat Subuh berjamaah, zikir, dan kultum.

“Kegiatan ibadah ini menjadi momentum pembinaan ruhani agar peserta terbiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” kata Oktavian.

Memasuki pagi hari, peserta mengikuti senam bersama dan long march di wilayah Desa Gentasari sebagai latihan kebugaran, kekompakan, serta ketangguhan mental.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kroya, Nurjanah, berharap MABIT dapat menjadi agenda pembinaan rutin bagi para siswa dan kader Tapak Suci.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala, minimal tiga bulan sekali. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, insyaallah karakter, kedisiplinan, dan akhlak para siswa akan semakin terbentuk sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kroya, Sudaryono, menegaskan bahwa MABIT dan long march yang mengusung motto “Dengan iman dan akhlak kami menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak kami menjadi lemah” merupakan sarana untuk memperkuat akidah, membentuk karakter yang tangguh, sekaligus meningkatkan solidaritas sosial di kalangan kader muda Muhammadiyah.

Melalui kegiatan tersebut, SMP Muhammadiyah 2 Kroya bersama Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang 029 Kroya berharap dapat melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang tangguh secara fisik, kokoh dalam akidah, berakhlak mulia, disiplin, serta siap menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, Persyarikatan, bangsa, dan negara. (Aan/Wasis)