pdmcilacap.com, Semarang – Lazismu Cilacap mengikuti Sekolah Amil Fundraising Kelas Fundraising 2026 yang diselenggarakan oleh Lazismu Jawa Tengah di Hotel Candi Indah (HCI) Semarang pada 26–28 Januari 2026. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi amil zakat dalam penguatan fundraising zakat digital dan retail.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Lazismu dalam membangun sistem penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan di era digital.

Sekolah Amil Fundraising 2026 dibuka secara resmi oleh Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah.

Dwi Swasana Ramadan selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah menegaskan penguatan kompetensi fundraising menjadi kebutuhan strategis Lazismu di tengah perubahan pola berdonasi masyarakat. “Amil Lazismu harus adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam pengelolaan fundraising yang modern dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan juga dihadiri oleh Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat. “Sekolah amil merupakan bagian dari ikhtiar Lazismu dalam menjaga kepercayaan publik.” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa peningkatan kapasitas amil akan berdampak langsung pada kualitas layanan dan optimalisasi penghimpunan dana umat.

Sebagai bagian dari Lazismu Jawa Tengah, Lazismu Cilacap mengirimkan tiga peserta, yaitu Fikri Arif H. selaku Kepala Divisi Fundraising, Riyanto Eko S. dari Divisi Media Lazismu Cilacap, serta Hafiadri Nur A. sebagai perwakilan Kantor Layanan Lazismu Tritih Wetan.

Materi yang disampaikan dalam sekolah amil menitikberatkan pada strategi fundraising retail serta pembangunan fondasi digital fundraising sebagai respon terhadap perkembangan teknologi dan perilaku donatur.

Selain itu, pada hari terakhir kegiatan juga dilaksanakan sertifikasi Amil klaster Pelaksanaan Pengumpulan Zakat yang diselenggarakan oleh LSP Muhammadiyah bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui keikutsertaan ini, Lazismu Cilacap berharap dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman untuk memperkuat kinerja fundraising di daerah, sehingga mampu menghadirkan program-program yang lebih berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat. (eko/san)