pdmcilacap, Cilacap – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cilacap Utara, PCM Sampang, dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kesugihan menggelar kegiatan bertajuk Pembinaan dan Penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan bagi Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AUMA).

Kegiatan di Aula SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap, Kamis (14/5/2026), menghadirkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, sebagai narasumber.

Sebanyak 420 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas 237 karyawan AUM PCM Cilacap Utara, 160 karyawan AUM PCM Sampang, dan 23 karyawan AUM PCA Kesugihan.

Dalam materinya bertajuk ‘Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan’, Dodok menegaskan pentingnya penguatan akar rumput (grassroots) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai ujung tombak pembinaan kader, anggota, dan jamaah.

“Kita harus bersinergi antara PCM, PCA, dan PRM dengan keunggulan masing-masing. Mari kuatkan cabang, ranting, dan masjid,” ujarnya.

Ia menilai pembinaan dan penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan perlu terus digalakan, terutama bagi guru dan karyawan AUM.

“Guru, karyawan, dan AUM merupakan kekuatan sekaligus kelebihan Muhammadiyah. Karena itu, SDM yang ada harus terus dididik dan diasah agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki komitmen bermuhammadiyah,” katanya.

Dodok juga mendorong Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) serta Majelis Tabligh untuk rutin mengadakan kajian di sekolah-sekolah.

Menurutnya, PCM Cilacap Utara dan PCM Sampang termasuk dua dari lima cabang unggulan Muhammadiyah di Kabupaten Cilacap karena memiliki amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan yang berkembang baik.

“AUM sekolah dan Klinik PKU-nya bagus, dengan jumlah siswa dan peserta BPJS yang banyak,” ungkapnya.

Ia berharap keunggulan tersebut terus diperkuat sehingga AUM menjadi pilihan utama masyarakat.

“Dengan begitu, Muhammadiyah akan semakin dikenal, sehingga masyarakat semakin simpatik dan tertarik kepada Muhammadiyah,” tuturnya.

Dodok menambahkan, dakwah Muhammadiyah harus dikemas secara menarik melalui penguatan amal usaha.

“Sajikan Muhammadiyah dengan kekuatan di AUM. Jadikan AUM unggulan dan pilihan masyarakat, serta isi kegiatan AUM dengan dakwah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan di tiga bidang utama Muhammadiyah, yakni pendidikan, kesehatan, dan masjid.

“Perkuat tiga bidang ini dengan memetakan masjid cabang dan ranting, serta menguatkan sektor kesehatan dan pendidikan. Insya Allah Muhammadiyah akan terus eksis dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPKSDI Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Wartono, mengapresiasi kolaborasi PCM Cilacap Utara, PCM Sampang, dan PCA Kesugihan dalam penguatan kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Ia mengingatkan pesan KH Ahmad Dahlan agar warga Muhammadiyah menghidupkan persyarikatan, bukan mencari hidup di Muhammadiyah.

“Wasiat ini harus dijaga bersama agar rantai kepemimpinan terus berlangsung,” tegasnya.

Menurut Wartono, kolaborasi antarcabang dan PCA perlu dibangun dengan semangat saling mendukung.

“Saling menguatkan dengan prinsip saling gandeng dan saling gendong sehingga terwujud kader-kader yang memiliki daya tahan dan daya juang,” katanya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah membutuhkan kader-kader yang siap berjuang dan berkorban.

“Di Muhammadiyah dibutuhkan orang-orang yang mau capek. Insya Allah, lelah kita akan dibalas surga oleh Allah SWT,” pungkasnya. (wasis/san)