pdmcilacap, Cilacap – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap mendorong Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Cilacap terpilih untuk memperkuat pengkaderan dan tata kelola organisasi. Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Cabang (Musycab) PC IMM Kabupaten Cilacap yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM), Ahad (9/8/2026).

PDM Cilacap yang membidangi Kader, Hikmah, dan Hukum, Hamidan Majdi, mengatakan Musycab merupakan momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah gerak PC IMM Kabupaten Cilacap ke depan.

“Musyawarah cabang menjadi media untuk mengonsolidasikan organisasi dan menentukan bagaimana arah organisasi agar lebih baik di masa yang akan datang,” katanya.

Menurutnya, PC IMM Kabupaten Cilacap harus mampu merumuskan arah baru yang sesuai dengan tantangan zaman. IMM, kata dia, diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus laboratorium bagi para kader dalam mempersiapkan generasi penerus.

“Kita harapkan bisa membawa pola dan arah yang lebih baik. Harus ada pengkaderan dan organisasi dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Hamidan juga menyoroti masa periodesasi kepengurusan yang hanya satu tahun. Menurutnya, masa tersebut masih dirasa kurang untuk menjalankan program organisasi secara optimal.

Karena itu, ia meminta Musycab menghasilkan rekomendasi agar masa periodesasi kepengurusan dapat diperpanjang.

“Saya minta kepada musyawarah ini membuat rekomendasi. Tidak hanya berpikir siapa yang menjadi ketua, tetapi juga memikirkan apa yang perlu direkomendasikan untuk diusulkan ke tingkat pusat,” jelasnya.

Ia berharap Musycab dapat merekomendasikan masa periodesasi kepengurusan minimal dua tahun sehingga proses reorganisasi dan pelaksanaan program kerja dapat berjalan lebih baik.

“Tolong disampaikan bahwa musyawarah ini merekomendasikan agar ada periodesasi minimal dua tahun agar reorganisasi berjalan dengan baik,” harapnya.

Selain itu, Hamidan menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses pengkaderan, termasuk dengan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah lainnya serta Majelis Pendidikan Kader.

“Karena pengkaderan itu bagian dari bagaimana menyiapkan generasi dan organisasi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, meskipun jumlah kader IMM tidak banyak, mereka merupakan kader pilihan yang harus memiliki kematangan, kesiapan, dan kemampuan dalam menjalankan organisasi.

Hamidan juga berharap Musycab menjadi momentum evaluasi atau muhasabah terhadap berbagai langkah yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Evaluasi tersebut diperlukan untuk menentukan program dan langkah strategis yang akan dilakukan pada masa mendatang.

“Kemudian berpikir apa yang bisa dilakukan di masa yang akan datang. Musyawarah memilih pemimpin dilakukan dengan baik. Siapa pun yang menjadi pengurus harus siap secara mental, memiliki waktu, dan berani menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjadi pengurus PC IMM Kabupaten Cilacap bukanlah tugas yang mudah. Para pengurus akan menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan komitmen, kesiapan, serta koordinasi yang baik dengan organisasi otonom Muhammadiyah lainnya.

“Pengurus yang telah terpilih, baik Ketua Umum, Sekretaris maupun Bendahara, dapat menjalankan tugas dengan baik dan tetap berkoordinasi dengan Ortom yang lain,” pungkasnya. (wasis/san)