pdmcilacap.com, Cilacap – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap (STIEMC) menegaskan komitmen untuk mewujudkan konsep “kampus berdampak” bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan halal bihalal yang digelar di aula kampus, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan bertema “Merajut Silaturahmi, Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi STIEM Berdampak” menegaskan arah pengembangan kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademis, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap masyarakat.
Konsep “kampus berdampak” menempatkan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial melalui transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Ketua STIEMC, Warsono, menyampaikan pihaknya berkomitmen membangun organisasi yang inklusif dengan merangkul berbagai elemen masyarakat. “Kami mengundang RT, RW, lurah, takmir masjid, camat, hingga kepala sekolah SMA/SMK/MA untuk bersama-sama mengembangkan kampus ini sebagai pusat perubahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus mampu memberikan dampak terhadap perubahan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
“Lembaga penelitian dan kewirausahaan kami terbuka untuk dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder,” tegasnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Dr. Habib Ghozali, menyebut halal bihalal menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara kampus dan para pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan ini, stakeholder diharapkan memahami arah dan kebutuhan kampus, sehingga sinergi yang terbangun semakin kuat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis kepala sekolah dalam mendukung pengembangan kampus, khususnya dalam menjaring calon mahasiswa.
“Mereka memiliki pengaruh besar dalam mendorong minat siswa untuk melanjutkan studi ke STIEMC,” tambahnya.
Badan Pembina Harian (BPH) STIEMC, Farid Maruf, menekankan pentingnya penguatan manajemen kelembagaan. Menurutnya, capaian manajemen sebelumnya perlu terus ditingkatkan melalui kerja sama yang solid.
“Kita harus bersinergi dan berkolaborasi untuk membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) STIEMC,” ujarnya.
Ia juga meminta pengelolaan organisasi dilakukan secara proporsional serta mempercayakan kepemimpinan kepada Ketua STIEMC. “Insya Allah organisasi akan semakin maju,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penataan aset kampus agar seluruhnya tercatat secara resmi sebagai milik Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, penceramah Ustadz Ibnu Hasan menegaskan kebersamaan merupakan modal utama dalam mengembangkan institusi.
“Kebersamaan dan jejaring yang kuat dari berbagai kalangan akan mendorong terwujudnya kampus berdampak,” tuturnya.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, STIEMC dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi universitas di masa mendatang. (wasis/san)



