pdmcilacap, Cilacap – SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Cilacap menggelar Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) bagi peserta didik baru pada 13–17 Juli 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula SMA Muhammadiyah 1 Cilacap, Jalan Kalimantan No. 12, Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Cilacap, Purnomosasi, mengatakan FORTASI tahun ini diikuti oleh 132 siswa baru. Menurutnya, banyak siswa memilih bersekolah di SMA Muhi karena pembinaan karakter dan program keagamaan yang menjadi ciri khas sekolah.
Selama menempuh pendidikan di SMA Muhi, para siswa dibiasakan melaksanakan salat duha, salat zuhur berjamaah, dan salat asar berjamaah di masjid sekolah. “Minimal selama bersekolah di Muhi, siswa terbiasa melaksanakan salat zuhur dan asar berjamaah di masjid sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu target lulusan SMA Muhi adalah menghafal minimal satu juz Al-Qur’an. Bahkan, sejumlah alumni telah mampu menghafal lima hingga sepuluh juz. “Pembinaan karakter dan agama menjadi penekanan utama bagi seluruh siswa SMA Muhi,” katanya.
Selama FORTASI, para siswa mendapatkan berbagai materi dari sejumlah instansi, di antaranya Polresta Cilacap tentang bijak bermedia sosial dan tertib berlalu lintas, Badan Narkotika Nasional (BNN), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Puskesmas mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Sehat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Generasi Berencana (GenRe).
Selain itu, materi juga disampaikan oleh pihak sekolah, meliputi pengenalan kepala sekolah, bidang kesiswaan, kurikulum, humas, bimbingan dan konseling (BK), serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). “Dari Persyarikatan Muhammadiyah, siswa mendapatkan materi Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab,” jelas Purnomosasi.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Cilacap, Slamet Hidayat, mengatakan sebanyak 132 siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 terbagi ke dalam empat rombongan belajar. “Alhamdulillah, target penerimaan siswa baru sebanyak 132 siswa dapat tercapai,” ujarnya.
Menurut Slamet, keberhasilan mencapai target tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim sekolah, termasuk optimalisasi promosi melalui media sosial. “Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak dalam penerimaan murid baru dan pemanfaatan media sosial, target dapat tercapai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sekolah terus melakukan pembenahan fasilitas, di antaranya penataan taman dan pembangunan area kantin yang lebih nyaman. “Taman kami tata dengan penambahan tanaman bunga serta menyediakan lokasi kantin baru agar lebih nyaman bagi siswa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cilacap Selatan, Sapto Giri Haryoto, menyampaikan materi Kemuhammadiyahan kepada peserta FORTASI. Ia mengajak seluruh siswa baru untuk mengenal Muhammadiyah sebagai organisasi yang menaungi sekolah.
“Karena kalian sudah menjadi bagian dari SMA Muhi Cilacap, maka kalian juga perlu mengenal apa itu Muhammadiyah,” tuturnya.
Sapto menjelaskan, secara bahasa Muhammadiyah berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. Adapun secara istilah, Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan.
Menurutnya, Muhammadiyah bertujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui pelaksanaan ajaran Islam sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. “Berdasarkan Anggaran Dasar, Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW,” tegasnya. (wasis/san)



