pdmcilacap, Cilacap – Dewan Kerabat Penghela (DKP) SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta menggelar kegiatan napak tilas perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman di Cilacap, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Jenderal Soedirman, Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap itu diikuti 32 siswa dan empat guru pendamping.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Mauludin (penggiat dan penulis sejarah Muhammadiyah Cilacap), Ambar Wiyadi (pelaku sejarah), serta Saptogiri (Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah/PCM Cilacap Selatan).

Guru pendamping SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sekaligus Wakil Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Daerah Istimewa Yogyakarta, Arief Syarifuddin, mengatakan Cilacap dipilih sebagai titik awal napak tilas karena menjadi tempat awal perjalanan perjuangan Jenderal Soedirman.

“Agar para siswa mendapatkan ruh perjuangan Jenderal Soedirman serta memahami bagaimana membangkitkan semangat juang di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Menurut Arief, Jenderal Soedirman merupakan sosok pemuda yang kreatif, religius, dan memiliki kecintaan yang tinggi terhadap tanah air.

“Rasa cinta kepada tanah air diwujudkan melalui prestasi, nilai-nilai kehidupan, dan tindakan nyata sebagaimana telah dicontohkan oleh para pendahulu Muhammadiyah,” katanya.

Ia menjelaskan, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki Qobilah Hamka (011) dan Siti Rahmah (012). Sebelum kegiatan napak tilas, Dewan Kerabat telah melaksanakan musyawarah dan kegiatan upgrading sebagai bekal penyusunan program kerja.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari menyelusuri jejak pahlawan nasional, khususnya tokoh Muhammadiyah, yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan,” jelasnya.

Salah satu narasumber, Mauludin, memaparkan bahwa Jenderal Soedirman lahir di Rembang, Purbalingga, kemudian pindah ke Cilacap dan tinggal bersama pamannya di kawasan Jalan Manggisan. Di kota inilah Soedirman menempuh pendidikan dan mulai aktif dalam kegiatan Muhammadiyah.

Menurutnya, Soedirman juga dikenal dengan sebutan “Kyai Dalang” karena saat berdakwah dalam pengajian ia sering menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui simbol-simbol pewayangan.

“Perjuangan beliau dimulai melalui Hizbul Wathan yang berpusat di Masjid Muhammadiyah 1 di Jalan Rambutan,” ujarnya.

Mauludin menambahkan, gedung bekas HIS Muhammadiyah yang kini menjadi kompleks TK Aisyiyah 1 dan Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jalan Jenderal Soedirman, Cilacap, merupakan tempat Soedirman mengajar sekaligus membina kegiatan kepanduan Hizbul Wathan.

“Di lokasi itulah Jenderal Soedirman mengabdi sebagai guru dan aktif dalam Hizbul Wathan,” katanya.

Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Cilacap, Wartono, mengapresiasi dipilihnya Cilacap sebagai tujuan napak tilas. Menurutnya, para siswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari narasumber yang memahami sejarah perjuangan Jenderal Soedirman.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi kita semua. Muhammadiyah membutuhkan kader-kader penerus. Melalui napak tilas ini, para siswa memperoleh pengalaman dan pemahaman tentang perjuangan Jenderal Soedirman pada masa lalu,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta atas kunjungan tersebut.

“Mudah-mudahan siswa-siswinya menjadi kader Muhammadiyah yang mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris PDM Cilacap Khaerul Anwar bersama Wakil Ketua PDM Cilacap Amin Ma’ruf menyambut baik kunjungan rombongan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Mereka menjelaskan bahwa jejak perjuangan Jenderal Soedirman memang berawal dari Cilacap. Di kota ini Soedirman menjalani masa kecil, mengenyam pendidikan dasar, serta memulai pengabdian sebagai guru di sekolah Muhammadiyah.

“Karena itulah Cilacap dipilih sebagai tujuan napak tilas,” jelasnya.

Sebagai tuan rumah, PDM Cilacap berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan Jenderal Soedirman sebagai kader Muhammadiyah sekaligus pahlawan bangsa.

“Dengan semangat perjuangan dan pengorbanannya untuk kemerdekaan, kita hendaknya meneladani semangat, pengorbanan, dan kesederhanaan beliau,” pungkasnya. (wasis/san)