pdmcilacap.com, Cilacap – Suasana hangat penuh keceriaan terasa di Hall Room Hotel Sindoro, Kota Cilacap, Ahad (8/3/2026). Ratusan anak tampak duduk rapi sambil membawa tas berisi perlengkapan sekolah baru. Senyum mereka mengembang saat mengikuti kegiatan Cerita Ramadan bersama Sobat Cilik Lazismu yang dirangkai dengan buka puasa bersama.

Dalam kegiatan tersebut, 124 anak yatim dari berbagai Kantor Layanan (KL) Lazismu di wilayah Cilacap serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menerima santunan berupa perlengkapan alat tulis sekolah dan uang saku.

Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, mengatakan setiap anak menerima santunan senilai Rp250 ribu yang diwujudkan dalam perlengkapan alat tulis sekolah serta uang saku.

“Selain mendapatkan perlengkapan alat tulis dan uang saku, anak-anak juga kami ajak mengikuti kegiatan Cerita Ramadan dan buka puasa bersama agar mereka merasakan kebersamaan di bulan suci,” ujarnya.

Kebahagiaan itu juga dirasakan oleh Rafi Ramadhan, siswa kelas 8 sekaligus atlet di SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap yang mengaku senang mendapatkan perlengkapan sekolah baru yang bisa digunakan untuk belajar.

“Alat tulis ini bisa saya pakai di sekolah dan di rumah. Semoga bisa membuat saya lebih semangat belajar dan meraih prestasi,” katanya dengan wajah sumringah.

Perwakilan Kantor Layanan Lazismu SMP Mutu Plus Cilacap, Siti Nurjanah, menyebutkan dari sekolahnya terdapat 21 siswa kelas 7, 8, dan 9 yang menerima santunan tersebut.

“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi para siswa dan dapat menambah semangat mereka dalam belajar,” ungkapnya.

Tidak hanya menerima santunan, anak-anak juga diajak menyelami nilai-nilai kebaikan melalui dongeng Islami yang disampaikan oleh Ustadz Tri Widodo. Dengan gaya bercerita yang ringan dan penuh humor, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya memiliki akhlak mulia, salah satunya sifat pemaaf.

Ia mengisahkan perjalanan Nabi Yusuf AS sebagai teladan tentang keikhlasan dan memaafkan.

“Momentum Lebaran nanti semoga membuat anak-anak memahami makna saling memaafkan, sebagaimana kisah Nabi Yusuf AS yang penuh pelajaran,” tuturnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Habib Ghozali, mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Lazismu Cilacap tersebut. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan budaya berbagi kepada sesama.

“Kegiatan ini luar biasa. Ramadan harus menjadi momentum untuk membangun budaya memberi, terutama kepada anak-anak yatim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa santunan yang diberikan tidak hanya sekadar bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan generasi muda.

“Kita tidak hanya memberi, tetapi juga mencerdaskan. Bantuan perlengkapan sekolah ini diharapkan membantu anak-anak lebih semangat dalam belajar,” pungkasnya.

Di penghujung acara, tawa dan cerita anak-anak mengiringi waktu berbuka puasa. Ramadan kali ini bukan hanya tentang berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, harapan, dan semangat baru bagi para sobat cilik Lazismu. (wasis/san)