pdmcilacap.com, Cilacap – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Muhammadiyah Cilacap (STIEMC) resmi terbentuk melalui pemilihan secara formatur pada Selasa (10/2/2026) di aula kampus. Kepengurusan perdana ini akan menjabat selama satu tahun dengan fokus utama memperkuat fondasi organisasi.
Presiden BEM STIEMC terpilih, Zakaria Tri Laksono menyampaikan pembentukan BEM menjadi tonggak sejarah baru bagi kampus. Menurutnya, untuk pertama kali STIEMC memiliki wadah resmi penyalur aspirasi mahasiswa dalam bentuk BEM.
“Alhamdulillah, semoga dengan adanya BEM, seluruh mahasiswa STIEMC dapat menyalurkan aspirasi serta menjalin silaturahmi dengan BEM perguruan tinggi lain di Cilacap,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua STIEMC, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM), organisasi kemahasiswaan (Ormawa), serta seluruh mahasiswa yang telah memberikan dukungan terhadap pembentukan BEM. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dalam mendirikan organisasi ini,” katanya.
Dalam masa awal kepengurusan, BEM STIEMC akan memrioritaskan penguatan struktur dan tata kelola organisasi, termasuk penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pembuatan buku panduan organisasi, serta perancangan program kerja bagi pengurus selanjutnya.
Selain itu, BEM juga mulai menjalankan sejumlah program, di antaranya Amaliyah Ramadan yang saat ini tengah berlangsung. Ke depan, agenda yang akan dilaksanakan meliputi pelantikan Ormawa, persiapan pemilihan Presiden BEM periode berikutnya yang direncanakan pada Juni 2026, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban kepengurusan.
Ketua STIEM Cilacap, Warsono menyambut baik terbentuknya BEM di lingkungan kampus. Ia menilai keberadaan BEM penting sebagai representasi mahasiswa dalam forum-forum antarkampus.
“BEM itu sudah menjadi identitas yang familiar di perguruan tinggi lain. Saat Rapat Koordinasi (Rakor) perguruan tinggi Muhammadiyah di Purwokerto, yang hadir adalah pengurus BEM,” jelasnya.
Ia menambahkan, momentum tersebut mendorong mahasiswa STIEM Cilacap untuk membentuk BEM, meskipun embrio gerakannya berawal dari IMM.
Kini, kepengurusan BEM STIEMC telah berjalan dan tengah melakukan penataan organisasi, mulai dari identitas visual seperti spanduk, cap, dan logo hingga penguatan struktur internal. Kampus, lanjut Warsono, berkomitmen memfasilitasi seluruh kegiatan kemahasiswaan, termasuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan IMM yang berada di bawah koordinasi BEM.
“Seluruh kegiatan kemahasiswaan akan difasilitasi kampus, dan BEM menjadi payung bagi UKM maupun IMM,” pungkasnya. (wasis/san)




