pdmcilacap.com, Banyumas – Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Jawa Tengah Angkatan I Regional Banyumas Raya resmi dibuka oleh Ketua PDM Banyumas, H.M. Djohar, pada Jumat (24/4/2026) di Aula Gedung Eduwisata BBPTUHPT Baturraden, Banyumas.
Salah satu peserta, Budhi Burhan Zain, berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga ruang kolaborasi antarpeserta.
“Melalui forum ini, peserta dapat saling berbagi pengalaman pemberdayaan dari berbagai daerah, membangun jejaring, serta menumbuhkan solidaritas untuk menciptakan langkah-langkah baru dalam pendampingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader pemberdayaan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan pembangunan masyarakat, khususnya di sektor ketahanan pangan dan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam sambutannya, Djohar menyampaikan dirinya ditunjuk sebagai “Duta Pangan” oleh Zulkifli Hasan untuk turut mendorong kemandirian pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau, yang ditopang oleh pilar ketersediaan, distribusi, dan konsumsi.
“Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2, termasuk di dalamnya regenerasi petani milenial dan optimalisasi pemanfaatan lahan,” katanya.
Sementara itu, Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Fatchurrachman, menegaskan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) merupakan salah satu dari tiga elemen penting yang kerap disebut sebagai “Trisula Muhammadiyah”, bersama MDMC dan Lazismu, dalam menggerakkan filantropi dan pemberdayaan masyarakat modern di abad kedua Muhammadiyah.
Program SEKAM ini diikuti 59 peserta dari Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas sebagai tuan rumah. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad (24–26/4/2026).
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti pembelajaran praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi falsafah pemberdayaan masyarakat, manajemen pemeliharaan kambing perah, kesehatan hewan, praktik budidaya, model bisnis ekosistem terpadu, hingga pengolahan susu pasteurisasi.
Selain itu, peserta akan melakukan praktik langsung di unit peternakan Baturraden Farm Manggala, salah satu pusat rearing utama di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berada di lereng Gunung Slamet. (wasis/san)



