pdmcilacap, Cilacap – Sebanyak 221 siswa kelas XII dan XIII SMK Muhammadiyah 1 Cilacap mengikuti kegiatan Purna Adhi Wiyata Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di Hall Convention Sentul Cilacap, Senin (15/6/2026).

Mengusung tema “Tangguh di Tengah Badai, Terampil Menjemput Esok” dan slogan “Mewujudkan Generasi Muda yang Adaptif, Unggul, Berkemajuan, dan Berdaya Saing untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momen pelepasan sekaligus peneguhan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

SMK Muhammadiyah 1 Cilacap memiliki lima konsentrasi keahlian, yaitu Farmasi Klinis dan Komunitas, Perbankan Syariah, Farmasi Industri, Teknik Kendaraan Ringan, serta Kimia Analisis.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Cilacap, Haryanto, mengatakan sebanyak 221 siswa yang dilepas tahun ini telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kami melepas 221 siswa dengan berbagai prestasi yang membanggakan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah tidak hanya membekali siswa dengan pendidikan formal, tetapi juga peningkatan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Tercatat sebanyak 41 siswa telah memiliki sertifikasi bahasa asing dan 186 siswa mengantongi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kami berharap sertifikasi tersebut menjadi bekal yang kuat bagi siswa untuk mengarungi dunia kerja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengambilan sumpah dan janji bagi 64 siswa Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas sebagai calon tenaga teknis kefarmasian. Sumpah profesi menjadi syarat penting sebelum menjalankan tugas yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Melalui sumpah ini, para siswa diingatkan untuk menjaga etika profesi, termasuk menjaga kerahasiaan pasien yang akan mereka layani,” jelas Haryanto.

Ketua Dewan Pengawas Pengurus Daerah Ikatan Vokasi Farmasi Indonesia (IVFI) Jawa Tengah, Kholibul Maruf, yang memimpin prosesi sumpah, menegaskan bahwa sumpah profesi mengandung tanggung jawab besar terhadap bangsa, negara, serta masyarakat.

“Sumpah yang diucapkan mengandung tanggung jawab untuk memegang teguh Pancasila dan UUD 1945 serta mengabdikan diri bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Habib Ghozali, menyampaikan apresiasi atas perkembangan SMK Muhammadiyah 1 Cilacap yang dinilai mampu menyiapkan lulusan dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Prestasi yang diraih sangat membanggakan. Kami berharap para lulusan memiliki kompetensi dan keterampilan yang baik sehingga dapat diterima di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Ia juga menilai kerja sama yang dibangun sekolah dengan berbagai perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penyerapan lulusan.

“Semakin banyak SMK berkolaborasi dengan perusahaan, semakin besar pula kepercayaan dunia industri terhadap kualitas lulusannya,” pungkasnya. (wasis/san)