pdmcilacap, Cilacap – Sebanyak 221 atlet mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Tapak Suci (TS) Pimpinan Daerah (Pimda) 085 Cilacap ke-10 tahun 2026 selama dua hari, Sabtu–Ahad (29–30/8/2026).
Kegiatan bertema “Bergerak Cepat, Bertindak Tepat, Menang Bermartabat” tersebut mempertemukan atlet dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA sederajat. Pertandingan berlangsung di Padepokan Pencak Silat Wijayakusuma IPSI Cilacap.
Wakil Ketua I Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimda 085 Cilacap, Wasim, mengatakan Kejurda tahun ini berjalan aman dan lancar. Pada ajang tersebut, Majenang berhasil meraih juara umum tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. “Alhamdulillah, Kejurda TS Pimda 085 Cilacap ke-X Tahun 2026 berjalan dengan lancar dan aman,” kata Wasim.
Menurut Wasim, setelah Kejurda, pertandingan dilanjutkan dengan ajang Bupati Cup yang direncanakan berlangsung pada 11–12 September 2026. Ajang tersebut akan mempertandingkan enam kelas untuk kategori putra dan putri tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Untuk atlet tingkat SD dan SMP akan dilakukan seleksi ulang pada kelas-kelas tertentu sesuai petunjuk teknis (juknis) IPSI,” ujarnya.
Adapun juara umum tingkat SD/MI diraih Sampang 09 dengan perolehan tiga medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Tingkat SMP/MTs diraih Unit Latihan SMP Muhammadiyah Majenang dengan enam emas, empat perak, dan dua perunggu.
Sementara itu, juara umum tingkat SMA/SMK/MA diraih SMK Muhammadiyah Majenang dengan perolehan lima emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Pelatih Tapak Suci Pontrenmu Daarul Ulum, Salsabila Fauziah, mengatakan pihaknya mengirimkan 21 atlet dalam Kejurda tersebut. Para santri putri mengikuti latihan wajib setiap Sabtu, sedangkan santri putra berlatih setiap Rabu. “Latihan tambahan khusus atlet yang akan bertanding dilakukan empat kali dalam sepekan,” jelas Salsabila.
Menjelang pertandingan, para atlet juga diberikan perhatian khusus terhadap pola makan dan minum. Mereka disarankan menghindari makanan pedas serta mengurangi konsumsi minuman dingin.
Salsabila berharap keikutsertaan dalam Kejurda dapat menjadi pemicu semangat baru bagi para atlet untuk meningkatkan intensitas latihan dan kembali meraih juara umum pada kejuaraan berikutnya.
“Harapannya, setelah pulang dari Kejurda TS, anak-anak memiliki semangat baru untuk lebih giat berlatih sehingga bisa kembali meraih juara umum,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Utama Pencak Silat Tapak Suci Unit Latihan SMK Muhammadiyah Majenang, Nuryakin, mengatakan persiapan menjelang kejuaraan dilakukan secara intensif. Program latihan tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi atlet untuk meraih prestasi.
“Alhamdulillah, juara umum masih bertahan. Kami masih cukup diperhitungkan dan anak-anak selalu semangat,” katanya.
Menurut Nuryakin, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak terlepas dari dukungan orang tua, atlet, dan pelatih yang aktif menjalankan program latihan.
“Sebagai orang tua, saya bangga karena anak-anak dan pelatih menjalani latihan secara intensif dan aktif. Alhamdulillah, hasilnya kami bisa meraih juara umum Kejurda Tapak Suci ke-X,” ujarnya.
Nuryakin juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik atlet menjelang pertandingan. Selain latihan, atlet diminta mengatur pola makan, minum, dan waktu istirahat.
Atlet juga disarankan tidak tidur terlalu malam karena dapat memengaruhi kondisi fisik saat bertanding.
“Saya tekankan agar atlet mengatur pola makan, minum, dan tidur secara teratur supaya saat bertanding kondisinya prima dan mampu meraih prestasi,” pungkasnya. (wasis/san)



